JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sedikitnya 23 orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi di berbagai wilayah Filipina akibat hujan lebat yang dipicu oleh penguatan monsun barat daya serta siklon tropis Luis dan Maymay.
Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC), dalam laporan terbaru pada Senin, mencatat banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah, terutama Luzon dan sebagian Visayas.
Banjir terjadi setelah hujan lebat menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman. Kondisi tersebut memaksa keluarga-keluarga terdampak mengungsi ke tempat penampungan sementara.
NDRRMC menyebut pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga nasional terus melakukan operasi penyelamatan, evakuasi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Banjir dan longsor juga menyebabkan kerusakan pada jalan, jembatan, serta kawasan pertanian di sejumlah provinsi. Kondisi tersebut mengganggu transportasi sekaligus mata pencaharian warga.
Pemadaman listrik dan gangguan pasokan air turut dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah yang dilanda banjir.
Tim penilai masih melakukan verifikasi terhadap laporan dari daerah terdampak seiring kondisi cuaca yang terus berubah.
NDRRMC memperingatkan hujan berkala masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di daerah rendah dan kawasan rawan longsor diminta tetap waspada serta mengikuti arahan evakuasi dari pihak berwenang.
Sementara itu, operasi bantuan pemerintah masih berlangsung. Aparat terus berupaya memulihkan akses menuju komunitas terdampak dan menyalurkan bantuan kepada keluarga yang mengungsi. (rdr/ant)












