LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi meluncurkan layanan panggilan darurat 112 untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pertolongan dalam berbagai kondisi darurat, Senin.
Layanan tersebut diluncurkan setelah upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Halaman Kantor Bupati Agam, Senin (17/8/2026).
Peluncuran dilakukan Bupati Agam Benni Warlis bersama Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, didampingi perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI serta PT Digital Sandi Informasi selaku penyedia layanan 112 di Indonesia.
“Layanan 112 ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Agam di hari kemerdekaan. Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat,” kata Benni Warlis di Lubukbasung.
Menurut dia, kehadiran layanan 112 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Ia mengatakan keberadaan layanan tersebut harus didukung sinergi seluruh unsur terkait agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kita berharap layanan ini benar-benar memberikan manfaat. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat memberikan pelayanan,” katanya.
Bisa Diakses Gratis
Penanggung Jawab Infrastruktur Early Warning System (EWS) Direktorat Jenderal Akselerasi Infrastruktur Digital Kemkomdigi RI Wibi Noviardi mengapresiasi peluncuran layanan 112 di Kabupaten Agam.
Ia mengatakan layanan 112 dapat digunakan masyarakat secara gratis untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, dan kejadian darurat lainnya.
“Kami dari Kementerian Komdigi mengapresiasi peresmian layanan panggilan darurat 112 Agam. Layanan ini hadir untuk masyarakat dan bisa dinikmati secara gratis,” katanya.
Wibi menekankan keberhasilan layanan 112 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menerima laporan, tetapi juga kecepatan dan ketepatan dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara Dinas Kesehatan, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya agar layanan 112 dapat berjalan optimal.
“Selain laporan dari masyarakat bisa diterima, tentunya yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Semoga sinergi dari pihak-pihak yang terlibat bisa berjalan dengan baik, sehingga layanan 112 bisa optimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan 112 secara bijak dan hanya untuk kondisi darurat.
Sementara itu, perwakilan PT Digital Sandi Informasi Muhammad Alif mengucapkan selamat kepada Pemkab Agam atas peluncuran layanan 112.
“Selamat untuk Agam telah meluncurkan 112 dalam waktu yang terbilang singkat. Kami siap mendampingi Agam supaya layanan 112 ini bisa segera dirasakan masyarakat dan tentunya memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya sebagai mitra akan terus mendampingi Pemkab Agam, termasuk memberikan pelatihan teknis dalam penyelenggaraan layanan 112.
Dengan hadirnya layanan tersebut, masyarakat Kabupaten Agam kini memiliki akses panggilan darurat yang lebih mudah dan gratis untuk memperoleh bantuan dalam situasi mendesak.
Layanan 112 diharapkan memperkuat kecepatan respons pemerintah bersama seluruh unsur terkait dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. (rdr/ant)











