JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, mengungkapkan strategi bisnis hingga 2030 yang mencakup pengembangan robotaxi, teknologi kecerdasan buatan (AI), baterai generasi terbaru, hingga penambahan kapasitas produksi global.
Carscoops, Kamis (27/8), melaporkan bahwa strategi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan kendaraan baru hingga 2030, tetapi juga memperluas bisnis Hyundai di berbagai sektor teknologi otomotif.
Pada sektor kendaraan otonom, Hyundai akan mulai mengirimkan robotaxi berbasis Ioniq 5 kepada Waymo pada kuartal IV 2026. Armada tersebut ditargetkan membuka peluang perluasan layanan robotaxi Waymo ke pasar internasional paling cepat pada 2027.
Selain bekerja sama dengan Waymo, Motional, perusahaan kendaraan otonom yang dimiliki Hyundai, dijadwalkan memulai operasi komersial robotaxi Ioniq 5 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada akhir 2026. Ekspansi ke kota-kota lain direncanakan berlangsung pada 2027.
Hyundai juga akan menetapkan standar arsitektur sensor kendaraan berbasis ekosistem Nvidia. Langkah tersebut memungkinkan data dari Hyundai Motor, Kia, 42dot, dan Motional dikumpulkan dengan standar yang sama sehingga hasil pembelajaran dari satu proyek dapat diterapkan pada pengembangan lainnya.
Untuk kendaraan konsumen, Hyundai menargetkan penerapan sistem AI kemudi otonom bernama Atria AI mulai akhir 2026. Teknologi tersebut akan menjadi dasar pengembangan sistem Level 2+, yang ditargetkan hadir pada 2028 dan secara bertahap berkembang menuju kemampuan Level 4.
Kembangkan Baterai Generasi Baru
Di sektor elektrifikasi, Hyundai mengembangkan sel baterai baru yang diklaim mampu menghasilkan daya lebih dari dua kali lipat dibandingkan sel nikel tinggi sebelumnya. Teknologi tersebut juga diklaim dapat memangkas waktu pengisian hingga 40 persen.
Mulai 2027, Hyundai akan menggunakan sel NCM nikel menengah yang ditargetkan menekan biaya baterai sekitar 30 persen. Kepadatan energinya disebut 30 persen lebih tinggi dibandingkan baterai LFP dengan ukuran serupa.
Sementara itu, sistem manajemen baterai berbasis cloud akan diperbarui pada 2028. Hyundai memperkirakan teknologi tersebut dapat memperpanjang usia baterai rata-rata hingga 20 persen.
Tambah Kapasitas Produksi Global
Dari sisi manufaktur, Hyundai menargetkan lebih dari 100 model baru hingga 2030 serta menambah kapasitas produksi global sebesar 1,27 juta unit.
Tambahan kapasitas tersebut berasal dari Amerika Utara sebanyak 500.000 unit, India 320.000 unit, Korea Selatan 200.000 unit, serta fasilitas perakitan completely knocked down (CKD) sebanyak 250.000 unit.
Khusus Amerika Utara, Hyundai juga menaikkan target penggunaan komponen lokal menjadi 80 persen dari sebelumnya 60 persen. Perusahaan tersebut sekaligus menyiapkan lebih dari 10 model hibrida yang akan diproduksi di kawasan tersebut hingga 2030. (rdr/ant)






