HEADLINELIGA 2

Idola Suporter Semen Padang FC Berlabuh ke Dewa United

×

Idola Suporter Semen Padang FC Berlabuh ke Dewa United

Sebarkan artikel ini
Gelandang Semen Padang FC Ripal Wahyudi. (dok. I League)
Gelandang Semen Padang FC Ripal Wahyudi. (dok. I League)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Harapan suporter Semen Padang FC untuk kembali melihat gelandang andalan mereka, Ripal Wahyudi, berseragam Kabau Sirah pada musim 2026/2027 dipastikan harus tertunda.

Ripal Wahyudi resmi menjadi bagian dari Dewa United Banten FC untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Perekrutan pemain berusia 25 tahun itu diumumkan Dewa United pada Minggu (9/8/2026).

Kabar tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Ripal setelah sebelumnya memperkuat Semen Padang FC pada musim 2025/2026.

Kepindahan Ripal cukup menyita perhatian publik sepak bola Sumatera Barat. Pasalnya, pemain bernomor punggung 63 tersebut menjadi salah satu gelandang yang cukup diandalkan Semen Padang sepanjang musim lalu.

Bagi sebagian suporter Kabau Sirah, Ripal bukan sekadar pemain pelapis. Gaya bermainnya sebagai gelandang bertahan yang agresif membuatnya menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian selama membela Semen Padang.

Mengawali Karier dari Persip Pekalongan
Ripal Wahyudi lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Oktober 2000. Ia memiliki tinggi 168 sentimeter dan berposisi utama sebagai gelandang bertahan. Kaki kanannya menjadi andalan dalam menjalankan peran di lini tengah.

Baca Juga  Imran Nahumarury Akui Semen Padang FC Kehilangan Arah di Momen Krusial

Perjalanan karier profesional Ripal dimulai bersama Persip Pekalongan pada 2021. Setelah itu, ia memperkuat Persipa Pati sebelum melanjutkan perjalanan ke Bhayangkara FC.

Performa Ripal kemudian menarik perhatian Persebaya Surabaya. Ia bergabung dengan Bajul Ijo pada musim 2023/2024 dan langsung mendapat kepercayaan untuk mengisi sektor gelandang bertahan.

Saat membela Persebaya, Ripal bahkan sempat mendapatkan julukan “Raja Jagal” dari suporter karena kemampuannya menghentikan serangan lawan. Potongan rambut mullet yang menjadi ciri khasnya juga membuat ia dikenal dengan sebutan “Ripal Mulet”.

Profil resmi Persebaya mencatat Ripal sebagai pemain asal Garut yang diplot sebagai gelandang bertahan sejak pramusim.

Setelah satu musim bersama Persebaya, Ripal kemudian melanjutkan karier ke Persis Solo pada musim 2024/2025. Di Persis, ia tetap menggunakan nomor punggung 63.

Dokumen pertandingan resmi Liga Indonesia juga mencatat Ripal sebagai gelandang tengah maupun gelandang bertahan dalam beberapa pertandingan Persis.

Pada 1 Juli 2025, Ripal kemudian bergabung dengan Semen Padang FC. Nomor 63 kembali melekat pada dirinya selama memperkuat Kabau Sirah.

Baca Juga  Mayat Pria Ditemukan dalam Sumur di Padang, Evakuasi Berjalan Dramatis dan Ancaman Gas Beracun

Bersama Semen Padang, Ripal mendapatkan peran penting di lini tengah. Kemampuannya dalam memutus serangan lawan dan menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan tengah membuatnya menjadi salah satu pemain yang cukup konsisten.

Pada musim 2025/2026, Ripal tercatat tampil dalam sejumlah besar pertandingan Semen Padang. Namun, perjalanan Semen Padang pada musim tersebut berakhir dengan degradasi ke Liga 2 setelah finis di peringkat ke-17 dengan 20 poin.

Kini, Ripal memilih melanjutkan kariernya bersama Dewa United. Dewa United sendiri berharap kehadiran gelandang asal Garut tersebut dapat menambah kedalaman sekaligus memberikan keseimbangan di lini tengah menghadapi musim 2026/2027. Ripal juga menyatakan siap memberikan kemampuan terbaik setiap kali dipercaya tampil.

Kepindahan tersebut tentu menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi sebagian pendukung Semen Padang yang sebelumnya berharap Ripal kembali memperkuat Kabau Sirah di Liga 2.

Namun, bagi Ripal, lembaran baru telah dibuka. Dari Garut, Persip Pekalongan, Persipa Pati, Bhayangkara, Persebaya, Persis Solo, hingga Semen Padang, kini perjalanan kariernya berlanjut bersama Dewa United. (rdr)