PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mempercepat penyelesaian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang mencakup 39 sekolah dengan total anggaran Rp25 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wali Kota Pariaman Yota Balad saat meninjau sejumlah sekolah di Pariaman, Senin, mengatakan anggaran revitalisasi tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kota Pariaman berhasil memperoleh anggaran Rp25 miliar dari pemerintah pusat untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Sejumlah sekolah bahkan telah menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari target sehingga fasilitas belajar menjadi lebih nyaman dan layak,” katanya.
Yota meninjau SD Negeri 01 Kampung Jawa I di Kecamatan Pariaman Tengah yang pengerjaan revitalisasinya telah rampung 100 persen. Ia mengapresiasi pihak sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dinilai mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Sementara itu, revitalisasi di SD Negeri 13 Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal menyelesaikan tahap penataan lingkungan sekolah.
Menurut Yota, secara keseluruhan progres fisik program revitalisasi di Kota Pariaman telah mencapai hampir 90 persen.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk terus mengawal pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai.

Wali Kota Pariaman Yota Balad bercengkrama dengan para murid saat meninjau sekolah. (Foto: Kominfo Pariaman)
“Kami menargetkan seluruh revitalisasi di 39 satuan pendidikan selesai 100 persen pada Agustus 2026 sehingga fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar,” ujarnya.
Kepala Disdikpora Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan sebanyak 39 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi pada 2026, terdiri atas 29 sekolah dasar, enam sekolah menengah pertama, dan empat satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Menurut dia, Disdikpora bersama jajaran terus melakukan pengawasan agar seluruh pekerjaan fisik selesai sesuai target dengan kualitas yang telah ditetapkan.
Program revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, fasilitas toilet, serta penataan lingkungan sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kenyamanan belajar bagi siswa. (rdr/adv)












