PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Yota Balad menyampaikan kondisi dua siswi yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang akibat dugaan keracunan makanan kini telah membaik.
“Dua siswi yang dirujuk dua hari yang lalu kondisinya saat ini telah membaik dan berada di ruang rawat inap RSUP M Djamil,” kata Yota saat ditemui di RSUP M Djamil Padang, Jumat.
Ia mengatakan kedua siswi tersebut sempat mendapat perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) ketika pertama kali dirujuk. Namun, setelah kondisinya membaik, keduanya kini telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Yota memperkirakan kedua siswi tersebut dapat diperbolehkan pulang dalam satu atau dua hari ke depan apabila kondisi mereka terus membaik.
Kedua siswi itu sebelumnya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Rabu.
Mereka merupakan bagian dari 128 siswa yang mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan, seperti pusing, mual, hingga muntah pada Senin (14/9).
Makanan yang dikonsumsi para pelajar tersebut berasal dari Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kota Pariaman.
Yota mengatakan ratusan siswa lainnya yang mengalami gejala serupa kini dalam kondisi aman. Pemerintah Kota Pariaman juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Selain menunggu kondisi siswi di RSUP M Djamil Padang pulih, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya.
Sementara itu, SPPG yang sebelumnya menyuplai makanan untuk para pelajar telah dinonaktifkan. Pemkot Pariaman juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengujian kelayakan terhadap tujuh SPPG yang ada di daerah tersebut.
Yota memastikan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap kejadian dugaan keracunan tersebut, terutama untuk memastikan pemulihan kondisi para pelajar yang terdampak. (rdr/ant)












