PADANG, RADARSUMBAR.COM — Rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 resmi berakhir. Penutupan sekaligus pelaksanaan Padang Fashion Summit (PFS) digelar di ZHM Premiere Hotel, Senin malam (10/8/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, seluruh rangkaian HJK Padang yang berlangsung sejak 6 Agustus 2026 berjalan sukses dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Menurut Fadly, selama lima hari pelaksanaan berbagai kegiatan HJK, tercatat perputaran uang di Kota Padang mencapai Rp46,5 miliar.
“Dalam lima hari ini, perputaran uang di Kota Padang mencapai Rp46,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa event yang kita laksanakan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Padang,” ujar Fadly.
HJK Padang ke-357 tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”. Berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai destinasi wisata sekaligus kota yang memiliki daya tarik ekonomi kreatif.
Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus mendorong terwujudnya Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO. Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya bertumpu pada gastronomi, tetapi juga harus mencakup berbagai subsektor lainnya.
“Lokomotifnya bisa jadi gastronomi, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga harus kita gerakkan. Bagaimana desain, art performance, fashion, semuanya harus kita kembangkan karena ini menjadi bagian dari kota kreatif tersebut,” katanya.
Ia menyebutkan, berbagai event yang digelar selama HJK juga diarahkan untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan dan pengunjung ke Kota Padang. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kunjungan ke Kota Padang meningkat dari sekitar 4,3 juta kunjungan pada 2024 menjadi 5,3 juta kunjungan pada 2025.
Fadly berharap tren tersebut terus meningkat seiring semakin banyaknya kegiatan berskala nasional maupun internasional yang digelar di Kota Padang. “Tahun depan kita akan buat event lebih meriah lagi, sehingga semakin banyak orang datang ke Kota Padang dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Penutupan HJK Padang ke-357 turut ditandai dengan pelaksanaan Padang Fashion Summit yang berlangsung selama dua hari. Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran mengatakan, PFS tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dan mempercepat perkembangan industri fashion lokal.
“Kita sangat bangga karena telah melaksanakan rangkaian HJK Padang dengan begitu meriah, dan alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses. Hari ini, penutupan HJK Padang ditandai dengan pelaksanaan Padang Fashion Summit yang berlangsung selama dua hari,” kata Dian.
Menurutnya, PFS tahun ini juga memiliki cakupan yang lebih luas dengan melibatkan desainer dari luar negeri. Sedikitnya tiga desainer asal Australia dan satu desainer asal Malaysia turut berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan karya-karya mereka.
Kehadiran para desainer tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkenalkan potensi industri fashion Kota Padang dan Sumatera Barat ke tingkat yang lebih luas.
Penutupan HJK Padang ke-357 tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya, Anggota DPRD Kota Padang Erianto Mahmuda dan Argi Putra Finalo, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DWP Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, serta pimpinan BUMD/BUMN, unsur perguruan tinggi, kepala daerah se-Sumatera Barat dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Dengan berakhirnya rangkaian HJK ke-357, Pemko Padang menargetkan penyelenggaraan event tahun berikutnya dapat dikemas lebih besar dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. (rdr)












