PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan ajang Tour de Singkarak (TdS) 2027 dengan konsep non kompetisi guna memperkuat promosi pariwisata Ranah Minang di tingkat internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, mengatakan konsep tersebut akan mengusung sport tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan mancanegara.
“Selain kompetisi, kami juga menyiapkan TdS non kompetisi dengan konsep sport tourism agar pariwisata Sumbar semakin dikenal luas di kancah internasional,” ujar Lila di Kota Padang, Selasa (6/5/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan TdS akan melibatkan kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor pariwisata sekaligus olahraga di daerah tersebut.
Untuk pendanaan TdS 2027, Pemprov Sumbar berupaya menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, Bank Dunia, serta sponsor.
Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan verifikasi ulang kesiapan sejumlah kabupaten dan kota yang akan menjadi lokasi pelaksanaan TdS.
Daerah yang diproyeksikan terlibat antara lain Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Agam.
“Salah satu yang diverifikasi adalah kesiapan anggaran daerah yang harus tercantum dalam dokumen pelaksanaan anggaran 2027,” kata Lila.
Terkait kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur, khususnya jalan, ia menyebut masih dalam tahap perencanaan bersama Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar serta pemerintah pusat.
Sebagai informasi, Tour de Singkarak pertama kali digelar oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 2009. Ajang balap sepeda internasional tersebut sempat terhenti pada 2019.
Pemprov Sumbar sempat mengusulkan kembali penyelenggaraan TdS pada 2020, namun batal terlaksana akibat pandemi COVID-19.
Melalui penyelenggaraan TdS 2027, pemerintah daerah berharap perhatian dunia kembali tertuju ke Sumatera Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan sport tourism. (rdr/ant)












