PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan jumlah masyarakat Indonesia yang mendaftar haji meningkat 4 persen pada tahun ini.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan peningkatan pendaftar haji didorong upaya pemerintah memperpendek masa tunggu keberangkatan jemaah asal Indonesia.
“Kita menargetkan warga Indonesia yang mendaftar haji naik menjadi empat persen karena pemerintah juga sedang mengupayakan masa tunggu haji lebih pendek. Hal itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah Saudi dengan meminta tambahan kuota untuk Indonesia,” katanya di Padang, Jumat (18/9/2026).
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi program Haji Muda dan soft launching Dai Sejuta Mimbar di Padang.
Menurut Harry, pemerintah Arab Saudi saat ini juga melakukan renovasi dan perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk meningkatkan kapasitas jemaah haji.
“Renovasi ini ditargetkan selesai tahun 2030. Jika selesai di tahun itu, maka masa tunggu jemaah haji Indonesia yang sebelumnya 26 tahun bisa menjadi enam tahun. Makanya kita dorong masyarakat untuk mendaftar haji karena masa tunggunya tidak akan lama,” jelasnya.
Ia mengatakan, selesainya renovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kuota haji untuk Indonesia.
“Sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan masa tunggu,” paparnya.
Harry mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat mendaftar haji dilakukan melalui peran dai atau penceramah. Karena itu, program Dai Sejuta Mimbar diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengajak masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
“Inovasi ini melibatkan generasi Z dalam mengkampanyekan pendaftaran haji kepada masyarakat,” terangnya.
Ketua Harika Foundation, Syuhelmaidi Syukur, mengatakan salah satu bentuk kegiatan dalam program tersebut adalah kompetisi Dai Sejuta Mimbar.
“Para peserta ditantang untuk memproduksi konten dakwah yang kreatif dan relevan dengan keseharian generasi Z, termasuk memproduksi materi bertema kesiapan haji sejak dini,” jelasnya.
Menurut Syuhelmaidi, para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan kemampuan sebagai kreator dakwah digital.
“Tidak sekadar berlomba, para peserta juga mendapatkan pendampingan intensif untuk berkembang sebagai kreator dakwah digital agar dapat masuk ke dalam jejaring penyebaran nilai Islam yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan kegiatan dan inovasi yang dilakukan BPKH bersama BRIN dan Harika Foundation merupakan langkah positif untuk meningkatkan minat masyarakat mendaftar haji.
“Apalagi dengan adanya program Haji Muda yang dicanangkan oleh pemerintah, ini sangat baik bagi masyarakat,” katanya. (rdr)











