BUKITTINGGI

Sungai Ngarai Sianok Meluap Dini Hari, 11 KK Terdampak di Bukittinggi

×

Sungai Ngarai Sianok Meluap Dini Hari, 11 KK Terdampak di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sungai Ngarai Sianok. (Foto: Ist)

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Sungai di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tiba-tiba meluap pada Jumat (24/7) dini hari meski tidak terjadi hujan. Peristiwa itu mengakibatkan delapan rumah, satu mushala, dan tiga warung milik warga terendam air bercampur lumpur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Zulhendri, mengatakan luapan sungai dipicu jebolnya sumbatan aliran yang sebelumnya tertutup material longsor dinding Ngarai Sianok di bagian hulu, tepatnya di Guguak Randah, Kabupaten Agam.

“Penyebab luapan sungai karena bobolnya sumbatan aliran yang tertutup longsor dinding Ngarai Sianok di bagian hulu di Guguak Randah, Agam,” kata Zulhendri.

Ia mengatakan sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak dalam kejadian tersebut. Lumpur masuk ke dalam rumah warga dan menutup akses jalan di sepanjang bibir Ngarai Sianok, kawasan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam.

Baca Juga  Wanita Berpakaian Adat jadi Umbrella Girl, LKAAM Bukittinggi Kecam Panitia Balap Motor

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Berdasarkan laporan warga, ketinggian air sempat mencapai sekitar satu meter pada awal kejadian.

“Tidak ada korban jiwa di luapan sungai yang menjadi banjir ini. Laporan warga menyebut tinggi air capai satu meter di awal kejadian,” ujar Zulhendri.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan dengan membersihkan sisa material lumpur dan banjir.

Salah seorang warga terdampak, Erna (50), mengatakan dirinya terselamatkan setelah dibangunkan oleh pemuda yang sedang berpatroli ronda saat banjir mulai terjadi.

“Kalau tidak ada yang membangunkan, mungkin saya direndam banjir. Kami keluar lewat pintu belakang menyelamatkan diri,” katanya.

Baca Juga  PLN UP3 Bukittinggi Gandeng Kejari, Perkuat Kepastian Hukum Untuk Layanan yang Lebih Baik

Erna berharap pemerintah segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, di antaranya melalui pengerukan dasar Sungai Sianok dan perbaikan tanggul.

“Biasanya pengerukan dilakukan enam bulan sekali, tapi setahun ini belum. Kami meminta juga perbaikan tanggul agar luapan air sungai bisa diminimalisir,” ujarnya.

Sebelumnya, luapan Sungai Sianok tanpa didahului hujan juga terjadi pada Juni 2024. Warga yang tinggal di kawasan terdampak telah diimbau untuk direlokasi karena wilayah tersebut merupakan kawasan penyangga (buffer zone). (rdr/ant)