NASIONALHEADLINE

Presiden Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Sumbang USD 1 Miliar untuk BoP

×

Presiden Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Sumbang USD 1 Miliar untuk BoP

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama Resiprokal Tarif Perdagangan RI dan AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama Resiprokal Tarif Perdagangan RI dan AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, ditulis Sabtu (21/3).

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP.

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.

“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar.”

Baca Juga  Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2030, Presiden Prabowo Minta Persiapan Matang Timnas Indonesia

“Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.

Baca Juga  Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Malalak Selatan, Dorong Agam Bebas Blank Spot

Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP. “Tidak ada komitmen sama sekali,” tutup Presiden. (rdr)