DAERAH

Sopir Box Tertangkap BNN Gunungsitoli Saat Tes Urine Arus Balik di Pelabuhan

×

Sopir Box Tertangkap BNN Gunungsitoli Saat Tes Urine Arus Balik di Pelabuhan

Sebarkan artikel ini

GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Seorang sopir box tertangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli saat deteksi dini tes urine penumpang dan sopir arus balik lebaran 2026, Jumat (27/3/2026).

Sopir berinisial IC tak berkutik di hadapan petugas BNN dan gabungan tersebut di Pelabuhan Angin wilayah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Kasubbag Umum BNNK Gunungsitoli, Leos B. Wirawan Gulo, didampingi Katim Rehabilitasi Alfred Syahron Gulo serta Katim Pemberantasan Aipda Parulian Pardede, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menyasar penumpang kapal laut dan sopir angkutan darat yang masuk melalui jalur pelabuhan.

Dari hasil pemeriksaan katanya, sopir box inisial IC terindikasi menggunakan zat Methamphetamine/Amphetamine.

Baca Juga  Jalinsum Jambi-Sumbar masih Terputus, Jembatan Darurat Hampir Rampung

Pihaknya kemudian melakukan interogasi serta asesmen medis terhadap yang bersangkutan untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

“Ada satu orang terindikasi dari 14 yang kami deteksi hari ini. Ia pun kami asesmen medis karena terindikasi memakai sejenis narkotika,” kata Leos.

Deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan tes urine merupakan salah satu langkah untuk meminimalisir peredaran narkotika jenis apa pun di wilayah Kepulauan Nias khususnya Kota Gunungsitoli, Sumut melalui jalur laut, terutama saat momentum arus balik Lebaran yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pemberantasan kami lakukan semaksimal mungkin karena penggunaan narkotika sangat tidak baik. Oleh sebab itu, kami melaksanakan deteksi dini melalui tes urine terhadap penumpang dan sopir angkutan darat,” ungkapnya.

Baca Juga  BMKG Sebut Sebanyak 12 Titik Panas Terpantau di Jambi

Kendati demikian, salah seorang warga yang berada di area pelabuhan mengapresiasi langkah BNNK Gunungsitoli dalam pemberantasan narkoba.

Ia juga menyarankan agar BNN menyasar para generasi muda, lokasi-lokasi yang dicurigai transaksi barang haram serta tempat hiburan malam.

“Kalau dapat jangan hanya di sini, lokasi-lokasi lain pasti ada itu, apalagi narkoba sudah sangat membahayakan generasi muda.”

“Pastikan sanksi hukum berjalan sesuai fakta dan perbuatan jangan ada lobi-lobi yang kemudian menyulitkan untuk pemberantasan,” pinta Yanto, warga Gunungsitoli itu. (rdr)