BOLA, RADARSUMBAR.COM — Semen Padang FC (SPFC) tampil dengan kekuatan penuh saat menjamu Madura United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4/2026) pukul 15.30 WIB.
Pelatih kepala Imran Nahumarury menurunkan komposisi terbaiknya demi mengamankan poin penting di kandang. Di bawah mistar, Arthur Augusto tetap menjadi pilihan utama setelah tampil konsisten sepanjang musim ini.
Lini belakang diisi oleh Tsouka di posisi bek kanan, Ade Kristiano di kiri, serta duet bek tengah Jaime Andres Giraldo dan kapten tim Asyraq Gufran Rachmadhan yang sekaligus jadi kapten pada laga ini. Kombinasi ini diharapkan mampu meredam agresivitas serangan lawan.
Di sektor tengah, Semen Padang FC mengandalkan kekuatan Boubakary Diarra dan Ripal Wahyudi sebagai penyeimbang permainan. Sementara itu, Kianz Froese diplot sebagai kreator serangan yang menghubungkan lini tengah dan depan.
Untuk lini serang, Guillermo Fernandez Hierro dipercaya sebagai ujung tombak. Ia akan didukung kecepatan Firman Juliansyah di sisi kiri dan Kasim Botan di kanan untuk membongkar pertahanan Madura United sejak awal laga.
Meski begitu, sejumlah pemain berpengalaman seperti Diego Mauricio, Maicon de Souza dan Rosad Setiawan disiapkan di bangku cadangan sebagai opsi tambahan jika dibutuhkan.
Di kubu lawan, Madura United juga datang dengan kekuatan kompetitif. Penjaga gawang Moch. Diky Indriyana mengawal lini terakhir, dengan Pedro Monteiro dan Roger Bonet (Ruxi) menjadi tembok di jantung pertahanan.
Lini tengah mereka diisi Kerim Palic dan Iran Junior yang dikenal solid dalam menjaga keseimbangan permainan. Sementara itu, sektor depan dihuni pemain-pemain berbahaya seperti Lulinha di sisi sayap serta duet penyerang Jordy
Wehrmann dan Junior Brandao.
Dengan komposisi tersebut, laga diprediksi berlangsung sengit. Semen Padang yang butuh kemenangan dipastikan tampil menekan sejak menit awal, sementara Madura United siap mencuri poin lewat serangan balik cepat.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi Kabau Sirah untuk menjaga peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. (rdr)












