PADANG

Pulihkan Ekosistem Pascabencana, Pemprov Sumbar Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Malvinas

×

Pulihkan Ekosistem Pascabencana, Pemprov Sumbar Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Malvinas

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Padang, Jumat, (12/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumbar

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menanam 1.000 bibit pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, Kota Padang, sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus merehabilitasi kawasan yang terdampak bencana.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pemulihan lingkungan tidak bisa lagi ditunda mengingat besarnya kerusakan yang ditinggalkan bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumbar.

“Pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat.

Menurutnya, bencana yang terjadi menjadi pengingat penting bahwa menjaga lingkungan jauh lebih baik dibandingkan menanggung dampak dan biaya pemulihan akibat kerusakan yang terjadi.

Baca Juga  Pemko Padang Matangkan Langkah Strategis untuk Akses Jalan ke Terminal Anak Air

Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dalam upaya pelestarian lingkungan agar kepedulian terhadap alam menjadi karakter sejak dini.

“Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir bandang dan longsor. Menurutnya, pengerukan sedimentasi harus segera dilakukan guna mengantisipasi risiko banjir di masa mendatang.

“Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar,” katanya.

Mahyeldi menyebut total kerugian dan kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat ditaksir mencapai sekitar Rp33 triliun. Besarnya angka tersebut menjadi alasan kuat untuk mempercepat langkah-langkah pemulihan dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Serahkan Penghargaan untuk 76 Pelajar Hebat di Sumbar

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi mengatakan penanaman 1.000 bibit pohon merupakan bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang sebelumnya terdampak banjir hingga menyebabkan ratusan pohon mati.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 250 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah provinsi, kabupaten dan kota, badan usaha milik negara (BUMN), komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Ketua Pokdarwis Kota Padang Renaldo Saputra Leo berharap gerakan penanaman pohon itu menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam upaya pemulihan lingkungan, khususnya di kawasan aliran sungai.

“Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. (rdr/ant)