PASAMAN BARAT

Dua Hari Pasca Disambar Petir, Lampu Lalu Lintas Bundaran Simpang Empat Masih Mati Total

×

Dua Hari Pasca Disambar Petir, Lampu Lalu Lintas Bundaran Simpang Empat Masih Mati Total

Sebarkan artikel ini
Lampu merah Simpang Empat mati. (dok. istimewa)
Lampu merah Simpang Empat mati. (dok. istimewa)

PASBAR, RADARSUMBAR.COM — Sudah dua hari sejak tersambar petir pada Minggu (14/6/2026), lampu lalu lintas di Bundaran Simpang Empat, Pasaman Barat, masih mati total hingga Selasa (16/6/2026).

Belum berfungsinya lampu lalu lintas di persimpangan empat arah yang menjadi salah satu titik vital lalu lintas di daerah itu dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Mereka terpaksa mengandalkan kehati-hatian saat melintas karena tidak ada pengaturan arus kendaraan. Jika tidak, bisa saja terjadi kecelakaan.

Akibatnya, arus lalu lintas kerap berlangsung semrawut, terutama pada jam sibuk pagi hari. Pengendara dari berbagai arah harus saling memberi jalan secara bergantian tanpa panduan lampu lalu lintas, sehingga berpotensi memicu kecelakaan.

Baca Juga  Bertambah sekitar 10 Ribu, Jumlah Pemilih Pemilu 2024 di Pasbar jadi 260 Ribu lebih

“Kami bingung siapa yang harus jalan duluan. Dari empat arah sama-sama maju. Hampir setiap saat seperti itu. Anak sekolah yang lewat sini juga jadi bahaya,” ujar Pudin, seorang tukang ojek yang mangkal di kawasan Bundaran Simpang Empat.

Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat Bundaran Simpang Empat merupakan salah satu jalur utama yang menjadi pusat pertemuan arus kendaraan di Pasaman Barat.

Selain meminta perbaikan segera dilakukan, masyarakat juga berharap adanya petugas yang mengatur lalu lintas secara manual, setidaknya pada jam-jam sibuk, hingga lampu lalu lintas kembali berfungsi normal.

“Kami paham ada proses perbaikan. Tapi minimal dikasih petugas manual dulu pada jam sibuk. Daripada menunggu korban berjatuhan,” kata Neti, warga lainnya.

Baca Juga  TPA Ahsanu Amala Pasaman Barat Masuk Nominasi Praktik Baik TAMASYA 2026

Warga khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, risiko kecelakaan akan semakin tinggi, terutama pada sore hingga malam hari saat volume kendaraan masih padat sementara penerangan dan pengaturan lalu lintas tidak optimal. (rdr-dedi)