PADANG

Padang Matangkan Dossier Gastronomy City, Bidik Lolos Nominasi UNESCO 2027

×

Padang Matangkan Dossier Gastronomy City, Bidik Lolos Nominasi UNESCO 2027

Sebarkan artikel ini

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan dokumen dossier sebagai syarat pengajuan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Penyempurnaan dokumen tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi bersama Tim Dossier Pusat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).

Rapat dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran dan diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura melalui Zoom Meeting, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur Akademisi, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), serta pimpinan OPD terkait.

Fadly Amran mengatakan, rapat tersebut merupakan tahapan penting dalam menyempurnakan dokumen nominasi sebelum diajukan pada proses seleksi tingkat nasional.

Penyempurnaan dilakukan dengan mengakomodasi masukan dari tim asesor dan penilai agar potensi Kota Padang dapat tergambar secara maksimal.

Baca Juga  8.000 Peserta Pastikan Hadir di Penas KTNA XVI di Padang

“Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN.”

“Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, pengajuan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi selaras dengan tema Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 Tahun 2026, yakni Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City. Apabila lolos sebagai nominasi Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan proses penilaian di tingkat internasional pada 2027.

“Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud.”

“Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event,” katanya.

Sementara itu, Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, mengungkapkan pengisian dossier Padang Gastronomy City telah mencapai 100 persen.

Baca Juga  Wako Fadly Amran Serahkan 178 Unit Becak Motor untuk Petugas LPS se-Kota Padang

Meski demikian, masih terdapat sejumlah penyempurnaan yang perlu dilakukan agar dokumen memiliki keunikan dan nilai pembeda dibandingkan daerah lain.

Ia juga menyarankan agar aspek kesetaraan gender dimasukkan dalam penyusunan dossier, salah satunya melalui penguatan peran Bundo Kanduang dalam pengembangan gastronomi sebagai nilai tambah dalam proses penilaian.

Di sisi lain, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria menjelaskan batas pengumpulan dossier ke UCCN dijadwalkan pada 28 Juli 2026.

Setelah itu, Tim Dossier Pusat akan melakukan verifikasi terhadap dokumen yang telah disiapkan Pemerintah Kota Padang.

Haris menambahkan, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar kota Gastronomi Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan seleksi enam besar.

Jika berhasil, Kota Padang akan memperoleh rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) sebelum diajukan secara resmi ke UNESCO melalui Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2027. (rdr)