JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pisang dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan kalium, mineral yang berperan penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menjaga tekanan darah tetap sehat.
Menurut publikasi Health pada Senin (5/10) waktu setempat, satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 422 miligram kalium atau sekitar sembilan persen dari asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, yakni sekitar 4.700 miligram.
Kalium memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh, antara lain membantu kontraksi otot, mendukung fungsi saraf, menjaga detak jantung tetap teratur, serta membantu mengangkut nutrisi ke dalam sel.
Selain itu, sejumlah penelitian mengaitkan asupan kalium yang lebih tinggi dengan berbagai manfaat kesehatan.
1. Membantu menjaga tekanan darah
Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh sehingga dapat membantu menjaga tekanan darah.
Sebuah studi menunjukkan bahwa peningkatan asupan kalium dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah serta sejumlah masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
Penelitian mengenai hubungan kalium dengan tekanan darah juga terus dilakukan. Dalam penelitian pada 2024, misalnya, konsumsi lebih banyak apel dan pisang dikaitkan dengan penurunan risiko kematian pada orang dengan tekanan darah tinggi.
2. Menurunkan risiko batu ginjal
Asupan kalium yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk mengalami batu ginjal.
Kalium membantu tubuh mengatur keseimbangan mineral dan cairan. Namun, kebutuhan kalium setiap orang dapat berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
3. Membantu menjaga kesehatan tulang
Mengonsumsi makanan yang mengandung kalium juga dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih baik.
Kondisi tersebut penting untuk membantu menjaga tulang tetap kuat dan dapat berperan dalam menurunkan risiko osteoporosis.
4. Mendukung fungsi otot dan saraf
Kalium berperan dalam kontraksi otot dan penghantaran sinyal saraf. Mineral tersebut juga membantu menjaga fungsi sel dan keseimbangan cairan dalam tubuh.
Karena itu, asupan kalium yang cukup penting untuk mendukung fungsi tubuh sehari-hari.
5. Berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2
Kalium juga berperan dalam pembentukan insulin, hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak kalium memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2. Namun, hubungan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanismenya.
6. Berpotensi membantu mengurangi peradangan
Pisang umumnya tidak dikategorikan sebagai makanan anti-inflamasi. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pisang berpotensi membantu mengurangi peradangan.
Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk diabetes, radang sendi, dan penyakit jantung.
7. Berpotensi mendukung kesehatan jantung
Kandungan kalium dalam pisang turut mendukung fungsi jantung melalui perannya dalam menjaga detak jantung tetap teratur dan membantu mengatur tekanan darah.
Sejumlah penelitian mengaitkan asupan kalium yang lebih tinggi dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Meski demikian, konsumsi pisang sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Penelitian pada hewan juga menunjukkan potensi manfaat pisang dalam membatasi dampak hipertensi dan diabetes. Namun, hasil penelitian pada hewan belum dapat secara langsung disamakan dengan efek konsumsi pisang pada manusia.
Dengan kandungan kalium dan berbagai nutrisi lainnya, pisang dapat menjadi salah satu pilihan buah untuk melengkapi pola makan sehat. Namun, manfaat kesehatan dari pisang tetap perlu dilihat dalam konteks pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan. (rdr/ant)









