AGAM

BPJN Sumbar Sebut Jalan Malalak Belum Ideal Dilintasi saat Lebaran

×

BPJN Sumbar Sebut Jalan Malalak Belum Ideal Dilintasi saat Lebaran

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi - Warga melintas di Jalan Malalak yang sedang dalam tahap perbaikan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat (BPJN Sumbar) menyebutkan ruas Jalan Malalak di Kabupaten Agam belum ideal untuk dilintasi kendaraan saat libur Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan meski jalan tersebut sudah kembali tersambung pascabencana, kondisinya masih rawan terutama di beberapa titik yang berpotensi longsor saat curah hujan tinggi.

“Jalan ini memang sudah tersambung, namun kondisinya masih belum ideal untuk lalu lintas karena ada beberapa titik yang rawan longsor, terutama jika curah hujan tinggi,” kata Elsa di Padang, Minggu.

Untuk memastikan apakah ruas jalan tersebut dapat dilintasi saat libur Lebaran, BPJN akan melakukan asesmen bersama kepolisian dan dinas terkait guna memastikan faktor keamanan dan keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Hutama Karya bersama BPJN Sumbar terus mempercepat perbaikan ruas Jalan Malalak yang sempat putus total akibat banjir bandang pada akhir November 2025.

Baca Juga  792 Unit RTLH di Agam Direhab selama 2023

Saat ini jalan alternatif yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi tersebut sudah kembali tersambung atau bersifat fungsional. Namun, jalan tersebut baru bisa dilintasi kendaraan roda dua dan belum dibuka secara umum.

Elsa menjelaskan pada awal bencana terdapat sekitar delapan kilometer ruas jalan yang tidak dapat dilalui karena tertimbun material longsor, sebagian badan jalan terban bahkan putus total. Kondisi terparah terjadi di kilometer 82, di mana sekitar 150 meter badan jalan terputus.

Secara keseluruhan, BPJN memperkirakan perbaikan Jalan Malalak baru akan rampung pada Desember 2026. Hingga saat ini progres pengerjaan fisik baru mencapai sekitar delapan persen, termasuk rencana pembangunan jembatan di kilometer 82.

Baca Juga  Dishub Agam Pasang Rambu Jalur Alternatif untuk Kurangi Kemacetan

Ia menegaskan ruas jalan tersebut belum dibuka untuk umum karena proses pengerjaan fisik masih berlangsung dan banyak alat berat yang masih beroperasi di lokasi.

“Secara resmi jalan ini belum dibuka untuk umum. Selain masih banyak alat berat yang beroperasi, kondisi jalan juga masih rawan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur, Subiantoro, menegaskan meskipun jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua pascabencana, statusnya tetap belum dibuka secara umum.

Namun, masyarakat lokal di kawasan Malalak yang ingin menuju arah Balingka atau sebaliknya diperbolehkan melintas menggunakan sepeda motor dengan mempertimbangkan faktor jarak tempuh.

Akses tersebut hanya diperbolehkan saat pekerja beristirahat, yakni pukul 12.00–13.00 WIB, atau setelah alat berat berhenti beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB. (rdr/ant)