PASAMAN BARAT

Bupati Pasaman Barat Dorong OPD Perkuat Inovasi Pelayanan Publik

×

Bupati Pasaman Barat Dorong OPD Perkuat Inovasi Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
Pemkab Pasaman Barat mengadakan sosialisasi Penilaian Indeks Inovasi Daerah dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama. (Foto: Dedi/Radarsumbar)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat inovasi pelayanan publik guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Yulianto saat membuka Sosialisasi Penilaian Indeks Inovasi Daerah dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (25/5).

“Perkembangan zaman menuntut pemerintah bergerak cepat, adaptif, kreatif, dan responsif. Pelayanan publik tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional,” kata Yulianto.

Menurutnya, inovasi daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

Ia menilai inovasi menjadi instrumen penting untuk memperbaiki pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, meningkatkan partisipasi publik, hingga memperkuat daya saing daerah.

Baca Juga  Wako Payakumbuh Tekankan Evaluasi Kinerja OPD dan Peningkatan Layanan Pasca Libur Lebaran

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, staf ahli, para asisten, kepala OPD, camat, wali nagari, kepala puskesmas, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Yulianto mengatakan Permendagri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembaruan.

Ia menegaskan setiap OPD memiliki peluang untuk melahirkan gagasan kreatif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Inovasi menjadi kunci meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Warga Solok Tak Perlu Lagi ke Padang, Layanan Paspor Segera Dibuka di MPP Koto Baru

“Tujuannya agar perangkat daerah lebih profesional, mandiri, responsif, sekaligus memperkuat citra positif pemerintah daerah,” katanya.

Di akhir sambutannya, Yulianto mengajak seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius dan menjadikan inovasi sebagai budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

“Mari jadikan inovasi sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang maju, profesional, dan melayani,” tutupnya. (rdr/dedi)