JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pemanfaatan rumah gadang di Desa Sirukam, Sumatera Barat, yang dahulu merupakan kampung halaman sastrawan Aman Datuk Madjoindo, sebagai museum sekaligus perpustakaan yang menyimpan koleksi karya-karyanya.
Dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, Fadli mengatakan bangunan bersejarah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai living heritage dan museum dengan tata pamer yang memadai.
Menurut dia, meskipun berada di desa, museum tersebut harus menerapkan tata pamer berstandar internasional.
“Kementerian Kebudayaan tentu mendukung beberapa program terkait pelestarian bangunan bersejarah, terutama terkait sarana dan prasarana kebudayaan. Rumah gadang tersebut bisa kita manfaatkan menjadi museum atau perpustakaan,” ujar Fadli.
Ia mengatakan Kementerian Kebudayaan dapat membantu penataan rumah gadang tersebut apabila nantinya difungsikan sebagai museum atau perpustakaan.
Fadli juga menekankan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kebudayaan sebagai perpanjangan tangan kementerian dalam menjalankan program strategis, termasuk melakukan asesmen langsung, pendataan aset, dan pendampingan teknis untuk memastikan revitalisasi cagar budaya berjalan tepat sasaran.
Selain pelestarian bangunan, Fadli menilai budaya lokal, terutama tradisi lisan, sastra, dan adat istiadat, juga perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Sejalan dengan kiprah Aman Datuk Madjoindo sebagai sastrawan Minang yang banyak berkarya dalam sastra anak, Fadli mendorong tradisi lisan, sastra, dan adat istiadat menjadi muatan lokal di sekolah, termasuk kemungkinan dikembangkan sebagai mata pelajaran khusus.
Menurut dia, pengenalan kesusastraan melalui muatan lokal dapat menumbuhkan minat literasi generasi muda sekaligus memastikan tradisi lisan terus diwariskan antargenerasi.
Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo (Yamando) Boy Rafli Amar mengatakan karya-karya sastrawan Nusantara penting dijadikan bahan bacaan bagi generasi muda Indonesia.
Ia menilai buku yang sesuai dengan usia pembaca dapat berperan dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Kami mendorong rumah gadang yang kondisinya sangat sederhana bisa dijadikan taman bacaan atau rumah budaya yang dapat difungsikan sebagai tempat sosialisasi literasi sekaligus wisata budaya,” kata Boy.
Dialog antara Kementerian Kebudayaan dan Yamando diharapkan dapat mendorong revitalisasi rumah gadang di Desa Sirukam sekaligus memperkuat pelestarian sastra anak dan budaya lokal.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses generasi muda terhadap karya sastra Nusantara serta meningkatkan minat baca melalui penguatan literasi berbasis budaya lokal. (rdr/ant)









