BERITA

Revitalisasi 200 Museum dan Cagar Budaya Dimulai Tahun Ini, Menbud Soroti Peran Kepala Daerah

×

Revitalisasi 200 Museum dan Cagar Budaya Dimulai Tahun Ini, Menbud Soroti Peran Kepala Daerah

Sebarkan artikel ini
Menbud Fadli Zon. (Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kementeriannya akan merevitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya di berbagai daerah di Indonesia sepanjang 2026.

“Sudah kami breakdown, ada hampir 200 yang tahun ini akan direvitalisasi, mulai dari museum hingga keraton besar seperti Istana Maimun, Keraton Solo, serta sejumlah keraton di Kalimantan dan Sulawesi,” kata Fadli dalam bincang santai di Jakarta, Rabu.

Fadli mengatakan salah satu fokus revitalisasi adalah pembenahan tata pamer museum, terutama museum milik pemerintah provinsi.

“Artefaknya bagus, tetapi tata pamernya masih kurang,” ujarnya.

Menurut dia, pembenahan tata pamer diperlukan agar museum menjadi lebih menarik bagi generasi muda sekaligus berfungsi optimal sebagai sarana edukasi modern serta pusat pelestarian budaya dan sejarah.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Sumenep, Terasa di Sejumlah Wilayah Madura

Fadli juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dinilai serius merevitalisasi museum daerah.

“Gubernur Sulawesi Utara mengalokasikan anggaran APBD sekitar Rp15 miliar untuk revitalisasi Museum Provinsi Sulawesi Utara. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik dan jumlah pengunjungnya juga meningkat,” katanya.

Meski demikian, ia menilai masih banyak pemerintah daerah yang belum memberikan perhatian memadai terhadap pengelolaan museum provinsi maupun taman budaya, padahal keduanya berpotensi menjadi pusat edukasi dan wisata berbasis budaya.

Menurut Fadli, museum provinsi dan taman budaya memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kebudayaan sebesar Rp1 miliar hingga Rp3 miliar per tahun.

Karena itu, ia meminta kepala daerah memanfaatkan anggaran tersebut sesuai peruntukannya untuk revitalisasi museum dan taman budaya.

Baca Juga  Tinjau Revitalisasi SMPN 9 Pariaman, Wako dan Wawako Pastikan Proyek Berjalan Tepat Waktu

“Ini yang perlu kita koreksi, terutama kepala daerah yang masih kurang peduli terhadap pemajuan kebudayaan. Dana yang sudah dialokasikan seharusnya digunakan untuk pengembangan museum dan taman budaya, bukan dialihkan untuk kebutuhan lain. Padahal kedua fasilitas ini merupakan pusat kegiatan yang sangat penting bagi kemajuan kebudayaan di daerah,” kata Fadli. (rdr/ant)