PADANG

Kemenhaj Sumbar Dorong Budaya Menabung Haji Sejak Bangku Sekolah

×

Kemenhaj Sumbar Dorong Budaya Menabung Haji Sejak Bangku Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki. (Foto: Kemenag Sumbar)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong generasi muda mulai mempersiapkan ibadah haji sejak usia sekolah melalui program Gerakan Haji Muda. Program ini hadir sebagai solusi atas panjangnya masa tunggu keberangkatan haji yang saat ini mencapai sekitar 26 tahun.

Program tersebut dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, H. M. Rifki, saat menyampaikan 10 program penguatan ekosistem ekonomi haji di hadapan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6).

Rifki menjelaskan, Gerakan Haji Muda menyasar peserta didik mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Para pelajar akan diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela dan membiasakan menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung.

Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi dengan BPS Bipih dan perbankan syariah, sehingga peserta didik dapat membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya administrasi pembukaan rekening.

“Kalau hari ini seseorang baru mendaftar haji, masa tunggunya sekitar 26 tahun. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini. Anak-anak kita harus dibiasakan merencanakan perjalanan hajinya dari sekarang,” ujar Rifki.

Baca Juga  Halalbihalal IKTKT Padang: Wako Fadly Amran Ajak Sinergi Wujudkan Kota Pintar dan Sehat

Ia menegaskan, Gerakan Haji Muda bukan program yang membebani siswa, melainkan membangun kebiasaan menabung dengan nominal yang ringan.

Menurutnya, jika seorang pelajar menyisihkan Rp2.000 setiap hari, maka dalam sebulan dapat terkumpul sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Dalam setahun, tabungan tersebut dapat mencapai sekitar Rp600 ribu sebagai langkah awal mempersiapkan biaya haji sejak usia dini.

“Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan, akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke Tanah Suci,” katanya.

Rifki mengatakan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, perbankan syariah, hingga orang tua.

Karena itu, Kemenhaj berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Pendidikan mendukung implementasi program di sekolah umum, sementara Kantor Wilayah Kementerian Agama memperkuat pelaksanaannya di madrasah. Sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga dinilai penting agar program menjangkau seluruh peserta didik di Sumatera Barat.

“Kami sangat berharap dukungan Bapak Gubernur beserta jajaran pemerintah daerah. Jika ini menjadi gerakan bersama, sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah Kementerian Agama dapat menjadi pelopor Gerakan Haji Muda di Sumatera Barat,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenhaj Sumbar Apresiasi Warga Padang yang Berjalan Kaki ke Makkah

Selain membangun kesiapan finansial, program ini juga diharapkan menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda melalui pembiasaan hidup disiplin, bertanggung jawab, mampu merencanakan masa depan, serta mengelola keuangan secara bijak.

Paparan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap 10 program yang dipresentasikan karena dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Bahkan, Mahyeldi langsung menginstruksikan pembentukan tim lintas OPD untuk mengkaji dan menindaklanjuti program-program tersebut. Ia juga menunjuk Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat sebagai koordinator tim.

“Kita sudah sama-sama mendengar bagaimana program yang ditawarkan Kakanwil Kemenhaj ini semuanya berpeluang memberikan manfaat positif bagi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Melalui dukungan pemerintah daerah, dunia pendidikan, perbankan syariah, dan orang tua, Kementerian Haji dan Umrah berharap Gerakan Haji Muda dapat melahirkan generasi yang lebih siap menunaikan ibadah haji pada usia produktif. Selain menumbuhkan budaya menabung, gerakan ini juga diharapkan membangun kesadaran bahwa persiapan menuju Baitullah dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini. (rdr)