PARIAMAN

Kepala Kankemenag Kota Pariaman: KBC Hadirkan Suasana Cinta dalam Proses Pembelajaran

×

Kepala Kankemenag Kota Pariaman: KBC Hadirkan Suasana Cinta dalam Proses Pembelajaran

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, menjadi narasumber dalam kegiatan Lokakarya MAN Kota Pariaman yang berlangsung di Pangeran City Hotel, Senin (22/6).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran di madrasah.

Di hadapan para guru dan tenaga kependidikan, Edy Oktafiandi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan cinta sebagai landasan utama dalam proses pendidikan.

Menurutnya, KBC bukan sekadar konsep, tetapi sebuah proses pembelajaran yang menghadirkan suasana penuh kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap peserta didik.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah proses pembelajaran dengan suasana cinta, sehingga peserta didik merasa dihargai, diperhatikan, dan termotivasi untuk berkembang secara optimal,” ujar Edy Oktafiandi.

Baca Juga  Desa Batang Tajongkek Juara Umum MTQ ke-IX Tingkat Kecamatan Pariaman Selatan

Lebih lanjut, Edy menekankan keberhasilan implementasi KBC sangat ditentukan oleh kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Oleh karena itu, terdapat empat hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya.

Pertama, skill atau seni mengajar yang baik agar materi pembelajaran dapat disampaikan secara efektif dan menarik.

Kedua, mindset, yakni kemampuan membangun pola pikir yang positif dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Ketiga, attitude atau sikap yang mencerminkan keteladanan, profesionalisme, serta kemampuan menjalin hubungan yang harmonis dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.

Keempat, karakter yang kuat sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Keempat aspek tersebut harus berjalan beriringan agar guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik,” tutupnya. (rdr-rudi)