BERITA

Kemenag Dorong Penelitian PTKI Lebih “Impactful” dan Solutif untuk Masyarakat

×

Kemenag Dorong Penelitian PTKI Lebih “Impactful” dan Solutif untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan bahwa publikasi ilmiah dan penelitian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan negara, bukan sekadar mengejar pengakuan akademik atau indeksasi internasional.

“Penelitian harus benar-benar impactful, responsif terhadap realitas dan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai penelitian hanya menjadi kajian akademik yang tidak memiliki kebaruan dan tidak memberikan kontribusi nyata,” ujar Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Kemitraan yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis).

Kamaruddin menekankan bahwa penelitian yang dibiayai negara harus mampu menjawab persoalan riil di masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional. Karena itu, para peneliti dan pengelola jurnal di PTKI diminta memiliki visi yang sama bahwa hasil penelitian harus memberikan manfaat terukur dan berdampak luas.

Baca Juga  Kemenag Wajibkan Calon Haji Aktifkan BPJS Kesehatan Sebelum Berangkat

Ia mencontohkan sejumlah program prioritas pemerintah yang dapat menjadi objek penelitian strategis, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), upaya penurunan angka stunting, hingga berbagai kebijakan yang mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Hasil penelitian yang berbasis data dan bukti empiris akan memberikan kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan publik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya unsur kebaruan dalam setiap karya ilmiah yang diterbitkan. Menurutnya, artikel ilmiah tidak hanya harus memenuhi standar metodologis dan teknis, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif baru serta solusi atas berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.

“Dalam menilai sebuah tulisan jurnal, yang harus menjadi pertimbangan utama adalah apa yang baru dan apa dampaknya. Tidak cukup hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga harus memiliki substansi yang kuat dan relevan,” katanya.

Baca Juga  Puluhan Ribu Paket Sembako dari Kapolri Diserahkan ke Tiga Provinsi

Sementara itu, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nur Khafid melaporkan bahwa saat ini terdapat 53 jurnal PTKI yang telah terindeks Scopus, dengan 41 di antaranya berada pada peringkat Quartile 1 (Q1). Selain itu, sebanyak 1.726 jurnal PTKI telah terakreditasi SINTA dengan berbagai peringkat. (rdr/ant)