JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ponsel atau handphone (HP) telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berselancar di media sosial, bermain gim, hingga menonton layanan streaming. Tingginya intensitas penggunaan membuat sebagian orang tetap menggunakan ponsel saat perangkat sedang diisi daya.
Meski umum dilakukan, kebiasaan bermain ponsel sambil dicas dapat menimbulkan sejumlah dampak, terutama jika dilakukan terus-menerus atau saat menjalankan aplikasi yang membutuhkan daya besar.
Mengutip laman Scosche, berikut sejumlah risiko menggunakan ponsel saat sedang diisi daya.
1. Mempercepat penurunan kesehatan baterai
Saat ponsel digunakan sambil dicas, perangkat tetap mengonsumsi daya untuk menjalankan berbagai aplikasi. Akibatnya, sebagian daya dari charger digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional ponsel, sedangkan sisanya baru mengisi baterai.
Jika digunakan untuk aktivitas berat, seperti bermain gim atau mengedit video, ponsel dapat menghasilkan panas berlebih yang dalam jangka panjang berpotensi mempercepat penurunan kesehatan dan umur baterai.
2. Ponsel lebih cepat panas
Menggunakan ponsel saat proses pengisian daya dapat meningkatkan suhu perangkat karena panas berasal dari dua sumber sekaligus, yakni aktivitas penggunaan dan proses pengisian baterai.
Sebagian besar smartphone modern memang telah dilengkapi sistem perlindungan untuk mencegah overheating. Meski demikian, pengguna tetap disarankan membatasi penggunaan ponsel selama proses pengisian daya, terutama untuk aktivitas yang membutuhkan kinerja tinggi.
3. Performa perangkat dapat menurun
Menggunakan ponsel saat dicas tidak akan langsung merusak perangkat. Namun, apabila menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, kondisi baterai dapat menurun dan berdampak pada performa ponsel.
Gejala yang mungkin muncul antara lain proses pengisian daya menjadi lebih lambat, suhu perangkat lebih mudah meningkat, hingga performa yang terasa kurang optimal.
Selain itu, penggunaan ponsel saat masih terhubung dengan kabel pengisi daya juga meningkatkan risiko perangkat terjatuh karena ruang gerak pengguna menjadi lebih terbatas atau kabel tersangkut saat digunakan.
4. Risiko masalah kelistrikan
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah potensi gangguan kelistrikan. Namun, risiko ini umumnya bukan disebabkan oleh penggunaan ponsel saat dicas, melainkan oleh charger atau kabel yang rusak, tidak sesuai spesifikasi, atau tidak memenuhi standar keselamatan.
Penggunaan aksesori pengisian daya yang bermasalah dapat meningkatkan risiko korsleting, sengatan listrik, hingga kerusakan perangkat. Karena itu, pengguna disarankan memakai charger dan kabel asli atau yang telah memenuhi standar keamanan sesuai spesifikasi perangkat. (rdr/cnn)












