GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – TNI Angkatan Darat (AD) resmi memulai karya bakti skala besar tahun 2026 dengan menetapkan Kepulauan Nias, Sumatera Utara sebagai prioritas utama kemudian Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.
Program ini menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan fisik dan sosial.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan bahwa karya bakti difokuskan untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan, terutama di wilayah Kepulauan Nias maupun Mentawai. TNI AD bersama pemerintah menangani akses jalan terputus, membangun rumah ibadah, memperbaiki rumah tidak layak huni, serta menyediakan air bersih melalui pembangunan sumur bor.
“Tujuan hanya satu, yaitu mensejahterakan masyarakat di Kepulauan Nias dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujar Hendy di GOR Pelita, Rabu (6/5/2026).
Selain Kepulauan Nias, program juga berjalan di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Toba, Samosir, Balige, dan Humbang Hasundutan dan juga Kepulauan Mentawai. Namun, Pulau Nias tetap menjadi fokus utama percepatan pembangunan.
Dalam sektor infrastruktur, TNI AD membangun akses air bersih di 139 titik dengan kedalaman sumur 80 hingga 90 meter. Pembangunan jembatan dilakukan di 59 titik, dengan 49 titik berada di Kepulauan Nias. Jenis jembatan yang dibangun meliputi Bailey, Aramco, gantung, perintis, hingga beton.
Saat ini, sebanyak 11 jembatan dari empat varian telah rampung di wilayah tersebut. Hendy berharap pembangunan ini berdampak langsung pada akses pendidikan, terutama bagi anak-anak.
“Semoga tidak ada lagi anak sekolah yang harus basah saat berangkat,” katanya.
Program ini melibatkan sekitar 1.200 personel TNI AD, dengan 1.100 personel ditempatkan di Kepulauan Nias dan 100 personel di kawasan Toba. Seluruh personel dan material telah dimobilisasi sejak awal Mei dan dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026.
Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga digelar, seperti operasi katarak, sunatan massal, pemberian kaki palsu, serta reboisasi yang disesuaikan dengan kondisi vegetasi setempat.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengapresiasi program tersebut sebagai langkah strategis dalam pembangunan nasional.
“Program ini memberikan manfaat nyata, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sosial dan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Bobby, konsep karya bakti di Kepulauan Nias berpotensi menjadi model pembangunan berbasis kemanunggalan TNI dan rakyat yang dapat diterapkan di daerah lain.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Lapangan GOR Pelita, Gunungsitoli, ditandai dengan pemukulan gong oleh gubernur bersama Pangdam I/Bukit Barisan, disaksikan kepala daerah se-Kepulauan Nias serta jajaran Kodim dan Korem. (rdr/tanhar)







