BERITA

TNI Kejar Kelompok Bersenjata Diduga Pelaku Kekerasan terhadap Sopir Travel di Papua Pegunungan

×

TNI Kejar Kelompok Bersenjata Diduga Pelaku Kekerasan terhadap Sopir Travel di Papua Pegunungan

Sebarkan artikel ini
Koops TNI Habema menemukan mobil dan jenazah yang terbakar akibat ulah OPM. Korban merupakan sopir lajuran di Wamena yang selama ini mengangkut penumpang dan logistik untuk masyarakat. (DOK. Koops TNI Habema )

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – TNI memastikan akan terus mengejar pelaku yang diduga terlibat dalam kematian sopir travel Aris Sanda di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

“Kita terus melakukan penguatan pengamanan masyarakat maupun pengejaran terhadap pelaku,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas saat ditemui dalam pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.

Nas mengatakan TNI saat ini berupaya memburu seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Upaya itu, kata dia, merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Nas juga menegaskan TNI akan terus menjaga keamanan masyarakat di Papua dan mencegah terjadinya perpecahan akibat keberadaan kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita. Jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI,” katanya.

Baca Juga  Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Sebelumnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyebut kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadap Aris Sanda.

Aris ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9), mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika Aris membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT.

“Seorang pengemudi atas nama Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Wirya menjelaskan Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka. Di tengah perjalanan, kendaraan tersebut dicegat kelompok bersenjata.

“Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang,” katanya.

Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke Wamena. Sementara itu, Aris ditahan dan dibawa oleh kelompok tersebut ke arah Danau Habema.

Baca Juga  Pemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun BLT Warteg dan PKL, Dikelola TNI dan Polri

Setelah menerima laporan kejadian, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu (16/9).

Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris.

“TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” kata Wirya.

Personel selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dengan menerapkan prosedur pengamanan.

Wirya mengatakan penyebab pasti kematian Aris masih dalam penyelidikan.

Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar pihak yang diduga terlibat serta memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.

“Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya. (rdr/ant)