JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Badan PBB itu menyebut sekitar 10 persen penduduk Gaza telah mencapai ambang kelaparan, sementara ratusan ribu lainnya terancam mengalami kondisi serupa.
Dalam pernyataan yang disampaikan Senin (3/8/2026), OCHA menyebut blokade yang masih berlangsung serta terbatasnya pasokan kebutuhan pokok telah memperparah kondisi kehidupan warga Gaza.
Menurut OCHA, sebanyak 67 persen penduduk Jalur Gaza kini menghadapi kerawanan pangan akut. Mereka kesulitan memperoleh kebutuhan makanan dasar, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari sekali.
Berdasarkan laporan PBB, sekitar 10 persen penduduk Gaza telah mencapai ambang kelaparan, yakni tahap yang mendahului deklarasi resmi kelaparan atau Tahap 5 dalam Integrated Food Security Phase Classification (IPC).
Laporan tersebut menyebut kondisi kemanusiaan terus memburuk akibat terganggunya arus bantuan kemanusiaan, runtuhnya rantai pasok lokal, serta krisis keuangan yang turut menghambat operasi bantuan internasional.
OCHA memperingatkan bahwa beberapa jam hingga hari-hari mendatang akan menjadi periode yang sangat krusial untuk mencegah bencana kemanusiaan dalam skala lebih besar.
Karena itu, badan PBB tersebut mendesak agar seluruh perlintasan perbatasan segera dibuka kembali dan koridor kemanusiaan yang aman serta berkelanjutan segera dibentuk. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan distribusi bantuan pangan dan pasokan medis dapat berlangsung tanpa hambatan. (rdr/ant)











