INTERNASIONALKESEHATAN

WHO Minta Pendanaan Lebih Besar untuk Tangani Ebola di RD Kongo

×

WHO Minta Pendanaan Lebih Besar untuk Tangani Ebola di RD Kongo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wabah Ebola di Kongo. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai langkah-langkah penanganan virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mulai membuahkan hasil, meski pendanaan lebih besar masih diperlukan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penularan mulai menurun di sejumlah wilayah yang terdampak.

“Kami mulai melihat tanda-tanda yang menggembirakan bahwa kami mulai berhasil mengendalikan situasi,” kata Ghebreyesus dalam pengarahan di Jenewa, Rabu.

Di wilayah yang paling terdampak di Provinsi Ituri, penularan mulai menurun. Sementara itu, Kivu Selatan tidak melaporkan kasus baru sejak Mei. Lebih dari 1.700 orang telah pulih.

“Dan setelah empat bulan, wabah sebagian besar telah terkendali di wilayah timur laut RD Kongo, kecuali wabah kecil di Uganda yang dengan cepat berhasil dihentikan,” katanya.

Baca Juga  Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Filipina, 23 Orang Tewas

Meski demikian, Ghebreyesus menekankan bahwa wabah masih berpotensi menyebar, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi.

“Di wilayah dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi, wabah ini masih dapat menyebar,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh donor memastikan rencana penanganan pemerintah serta upaya kemanusiaan yang lebih luas mendapatkan pendanaan penuh.

“Kami meminta semua donor memastikan bahwa rencana penanganan pemerintah maupun upaya kemanusiaan yang lebih luas mendapatkan pendanaan penuh,” katanya.

Ghebreyesus mengatakan uji klinis diperkirakan dimulai dalam beberapa pekan mendatang.

Pekan lalu, pemerintah RD Kongo mengeluarkan rencana penanganan Ebola selama 180 hari dengan kebutuhan dana sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun.

Baca Juga  Simak! Ini Efek Samping Makan Bayam Setiap Hari

Menurut laporan terbaru pemerintah RD Kongo yang dirilis pada Selasa, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 7.258 kasus, sementara 3.510 kematian tercatat sejak Mei. (rdr/ant)