SUMBAR

Polda Sumbar Ungkap 705 Kasus Narkotika, 916 Pelaku Diamankan dalam 6 Bulan

×

Polda Sumbar Ungkap 705 Kasus Narkotika, 916 Pelaku Diamankan dalam 6 Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi narkoba. (Foto: Dok. Istimewa)
Ilustrasi narkoba. (Foto: Dok. Istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menjerat sebanyak 916 pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut selama periode Januari hingga 30 Juni 2026 atau semester pertama tahun ini.

“Pengungkapan ini adalah bukti bahwa Polri berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumbar,” kata Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan, selama semester pertama 2026, total kasus narkotika yang berhasil diungkap Polda Sumbar beserta jajaran mencapai 705 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 916 orang.

Seluruh pelaku yang diamankan tersebut, kata dia, telah menjalani proses hukum, baik di tingkat penyidikan, penuntutan, maupun persidangan di pengadilan.

Dari pengungkapan ratusan kasus itu, polisi juga menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar, yakni sabu-sabu seberat 41,66 kilogram, ganja seberat 586,3 kilogram, serta 593 butir ekstasi.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI untuk Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar

“Barang bukti tersebut berhasil diamankan sebelum sempat diedarkan ke tengah masyarakat di wilayah Sumbar,” ujarnya.

Solihin menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan juga menjadi bagian penting, terutama melalui edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat menimbulkan dampak buruk.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menegaskan pihaknya terus melakukan penindakan secara berkelanjutan terhadap peredaran narkoba di daerah tersebut.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyelidikan intensif, peningkatan pengawasan di perbatasan provinsi, hingga memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait.

Baca Juga  Tim Hukum Mahyeldi-Vasko Buka Layanan Pengaduan Pelanggaran Pilgub Sumbar 2024

Ia menyebutkan, sebagian besar narkotika yang masuk ke Sumbar berasal dari luar daerah, seperti Sumatera Utara.

“Karena itu pengawasan di pintu masuk provinsi terus kami perketat, termasuk dengan melibatkan unit anjing pelacak (K9) milik Polda Sumbar,” jelasnya. (rdr/ant)