BERITA

Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun

×

Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo panen raya tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Ist)

MALANG, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun, lebih cepat dari proyeksi awal empat tahun. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Target itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Presiden mengungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Namun, setelah berdiskusi, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.

“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Prabowo.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi sekaligus pesan kepada Mentan Amran.

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” katanya.

Baca Juga  Produksi Beras Naik 13,5%, Prabowo Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Prabowo menegaskan percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus mendorong terwujudnya swasembada energi dan ketahanan air.

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani dalam mengawal berbagai program strategis nasional.

“Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras,” katanya.

Menurut Prabowo, kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

“Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Pimpinan Baru Badan Riset dan Inovasi Nasional

Menanggapi arahan Presiden, Mentan Amran menyatakan siap mempercepat program peremajaan tebu nasional melalui modernisasi budidaya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula.

Menurut Amran, percepatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” katanya.

Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia. (rdr/ant)