BERITA

Kepala BGN: Standar Bahan Baku MBG Akan Diperketat demi Keamanan Pangan

×

Kepala BGN: Standar Bahan Baku MBG Akan Diperketat demi Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memastikan evaluasi standar bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas dalam upaya memperbaiki tata kelola program tersebut, termasuk mencegah terulangnya kasus keracunan pangan.

Menurut Sudaryono, selain proses pengolahan makanan, kualitas dan keamanan bahan baku juga harus memenuhi standar agar makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat benar-benar aman dikonsumsi.

“Semua bahannya harus benar, dengan standar keamanan yang juga harus benar karena kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain. Selain cara mengolahnya, ada juga yang berasal dari bahan baku yang mungkin belum terstandar atau kualitasnya kurang baik,” katanya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Baca Juga  Andre Rosiade Tinjau MBG di Solok, Ortu Murid: Terima Kasih Pak Prabowo, Programnya harus Dilanjutkan

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan agar BGN mempertajam sasaran Program MBG sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi anak dapat tercapai sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Program ini harus tepat sasaran, anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan aman. Selain itu, juga harus berdampak pada ekonomi lokal dengan memberdayakan UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lainnya,” ujarnya.

Sudaryono juga menanggapi keterlibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, peran kedua institusi tersebut masih dibutuhkan karena memiliki jaringan personel yang luas dan mampu mendukung kelancaran distribusi maupun pemberdayaan petani sebagai pemasok bahan baku.

Ia mencontohkan pengalamannya saat menjabat Wakil Menteri Pertanian, ketika distribusi sekitar 70 ribu pompa irigasi dilakukan melalui TNI dan Polri karena keterbatasan anggaran operasional pemerintah untuk penyalurannya.

Baca Juga  Pemkab Pasaman Barat Usulkan Dua Lokasi Program Makan Bergizi Gratis, Tunggu Verifikasi BGN

Menurut dia, pola kerja sama tersebut menunjukkan bahwa pelibatan TNI dan Polri dilakukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program pemerintah, bukan mengambil alih fungsi lembaga lain. (rdr/ant)