AGAM

Pemkab Agam Bangun 27 Irigasi Perpipaan, Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Dipulihkan

×

Pemkab Agam Bangun 27 Irigasi Perpipaan, Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi irigasi. (Foto: Ist)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membangun 27 titik irigasi perpipaan dengan anggaran Rp2,5 miliar untuk memulihkan sekitar 400 hektare lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan pembangunan irigasi tersebut diprioritaskan bagi kawasan persawahan yang saluran irigasinya rusak akibat banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda daerah itu pada November 2025.

“Program irigasi perpipaan ini diprioritaskan untuk lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025,” katanya di Lubuk Basung, Kamis.

Sebanyak 27 titik irigasi tersebut tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Matur, Canduang, Baso, dan Malalak. Seluruh proyek dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, dengan nilai sekitar Rp94 juta untuk setiap titik pembangunan.

Baca Juga  Tulang Diduga Manusia Ditemukan di Bekas Banjir Bandang Agam

Heri menjelaskan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Juli 2026.

Menurutnya, setiap titik irigasi perpipaan mampu mengairi lahan seluas 10 hingga 25 hektare sehingga total sekitar 400 hektare sawah akan kembali memperoleh pasokan air.

Ia berharap infrastruktur tersebut dapat segera dimanfaatkan petani untuk kembali menanam padi sehingga produksi beras di Kabupaten Agam meningkat.

“Kami berharap setelah saluran irigasi berfungsi, petani dapat kembali mengolah sawahnya sehingga produksi padi di Agam ikut meningkat,” ujarnya.

Sebelumnya, bencana banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam pada November 2025 mengakibatkan sekitar 1.604 hektare lahan pertanian terdampak. Selain tertimbun material longsor, banyak saluran irigasi rusak sehingga petani tidak dapat menggarap sawah mereka. (rdr/ant)

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan Pangan, Pemkab Agam Tambah Persediaan Beras 3,7 Ton