PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat penanganan kerusakan daerah irigasi (D.I) pertanian akibat banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026).
Upaya ini dilakukan untuk memulihkan pasokan air ke lahan pertanian warga, khususnya di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan penanganan dilakukan di sejumlah titik irigasi yang mengalami kerusakan berdasarkan hasil pemantauan Tim Monitoring PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1.
Menurut Malvi, D.I Guo Atas di Kecamatan Kuranji telah ditangani melalui kegiatan Operasional Pemeliharaan (OP) sejak Rabu (5/8/2026) untuk mengembalikan aliran air irigasi yang terganggu akibat banjir.
“D.I Guo Atas yang terdampak telah diatensi oleh anggota kita dengan kegiatan Operasional Pemeliharaan (OP) mulai tanggal 5 Agustus.”
“Kegiatan ini untuk mengatasi aliran irigasi sawah yang terdampak di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji,” ujar Malvi, Jumat (7/8/2026).
Selain itu, perbaikan D.I Lolo 1 di Kecamatan Kuranji telah memasuki tahap pelaksanaan oleh rekanan CV Erindo Ihsan Persada menggunakan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Sementara itu, D.I Ampang Beringin di Kecamatan Kuranji mengalami kerusakan berat pada saluran irigasi sepanjang sekitar 10 meter.
Perbaikan langsung dilakukan menggunakan anggaran Operasional Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA).
Di Kecamatan Pauh, perbaikan juga dilakukan pada D.I Limau Manis. Bendungan irigasi yang rusak kini sedang dikerjakan oleh rekanan CV Generasi Baru.
Saat ini, kontraktor telah mendirikan direksi keet serta memobilisasi alat berat ke lokasi pekerjaan.
“Laporan hasil tim monitoring PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1 di lapangan mencakup penanganan D.I Lolo 1, perbaikan saluran rusak berat sepanjang kurang lebih 10 meter di D.I Ampang Beringin, serta pengerjaan bendungan di D.I Limau Manis.”
“Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus lalu,” kata Malvi.
Pemerintah Kota Padang berharap seluruh proses perbaikan dapat selesai sesuai target sehingga sistem irigasi kembali berfungsi normal dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu lebih lama. (rdr)












