PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menaksir nilai ekonomis pembongkaran Stadion GOR Haji Agus Salim di Kota Padang mencapai sekitar Rp200 juta.
“Nilai ekonomis dari pembongkaran Stadion GOR Haji Agus Salim ini sekitar Rp200 juta,” kata Kepala BPKAD Sumbar Rosail Akhyari di Kota Padang, Rabu.
Rosail menjelaskan Pemprov Sumbar melalui tim terkait telah melakukan perhitungan terhadap potensi nilai ekonomis yang dapat diperoleh dari proses pembongkaran stadion, termasuk dari material seperti besi dan komponen lainnya.
Menurutnya, nilai tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemilihan pihak pelaksana pembongkaran. Pemprov Sumbar akan menyetujui pihak yang menawarkan nilai terbaik serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk rekonstruksi stadion yang berada di pusat Kota Padang tersebut.
Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar juga telah bersurat kepada BPKAD terkait rencana pembongkaran stadion yang dibangun pada 1983 itu. Dalam surat tersebut, dinas meminta bantuan pelaksanaan pemilihan pihak yang akan melakukan pembongkaran.
Rosail mengatakan pada Juni 2026, proses di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padang telah memasuki tahap pengumuman pemenang lelang. Namun, proses tersebut sempat mendapat sanggahan sehingga perlu penanganan lebih lanjut.
“Jadi yang dilakukan hari ini adalah mengutamakan percepatan agar proses pembongkaran ini segera selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade berharap pembongkaran Stadion GOR Haji Agus Salim dapat segera dilakukan agar proses rekonstruksi bisa dimulai sesuai jadwal.
Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk rekonstruksi stadion tersebut. Saat ini, proses tender sedang berjalan dan pemenang telah diumumkan pada 11 Juni. Persetujuan akhir disebut menunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum pada akhir Juni 2026.
“Insyaallah 1 Juli 2026 pembangunan sudah bisa dimulai. Tapi itu tergantung apakah stadion sudah dibongkar atau belum,” kata Andre. (rdr/ant)











