PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Sawah di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi lokasi penelitian penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air pada tanaman padi.
Penelitian tersebut merupakan kerja sama perusahaan asal Jepang, Archeda Co., dengan Universitas Andalas (Unand).
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman, Rabu, mengatakan metode AWD mampu menghemat penggunaan air hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi.
“Dengan metode AWD, penggunaan air dapat dikurangi tanpa mengurangi hasil panen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun air merupakan faktor penting bagi tanaman padi, praktik penggenangan terus-menerus justru dapat menghambat pernapasan akar.
Selain berpotensi menyebabkan pemborosan air, metode tersebut juga meningkatkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah, sehingga tidak sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan.
Melalui metode AWD, lanjutnya, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur, sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air.
Ia menilai kehadiran perusahaan Jepang dan akademisi Unand menjadi momentum bagi petani setempat untuk menyerap pengetahuan dan teknologi pertanian modern.
Penelitian ini akan mengkaji aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi secara komprehensif sebelum metode AWD diterapkan secara luas.
“Saya berharap hasilnya dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Mulyadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan lokasi penelitian berada di lahan milik Kelompok Tani Santok Indah seluas sekitar 24 hektare, dengan 12 hektare di antaranya dijadikan area pengamatan.
Kepala Desa Air Santok Edison menambahkan kelompok tani tersebut aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sehingga dipercaya sebagai lokasi penelitian.
“Kami berharap kegiatan ini terus didampingi Unand agar hasil panen meningkat dan petani semakin sejahtera,” ujarnya. (rdr/ant)












