SEPAKBOLA

Insiden Panas EPA U-20, Pemain Timnas Terancam Sanksi

×

Insiden Panas EPA U-20, Pemain Timnas Terancam Sanksi

Sebarkan artikel ini
Pelatih tim nasional Indonesia U-16 Nova Arianto menjawab pertanyaan para pewarta seusai memimpin latihan tim di Lapangan Latihan A Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/2/2024). (ANTARA/RAUF ADIPATI)
Pelatih Tim Nasional Indonesia U-20 Nova Arianto. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menegaskan akan memberikan sanksi kepada pemain tim nasional usia muda yang terbukti terlibat dalam keributan usai pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20.

“Jika benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat, tentu ada konsekuensi. Pemain timnas harus memberi contoh yang baik,” ujar Nova melalui media sosialnya, dikutip di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden keributan seusai laga EPA U-20 antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Minggu (19/4).

Baca Juga  Erspo Akan Luncurkan Desain Baru Jersey Timnas Indonesia pada 25 Januari

Dalam pertandingan itu, Dewa United U-20 menang 2-1. Namun, suasana memanas setelah peluit panjang dibunyikan, yang memicu aksi dorong-dorongan antarpemain hingga berkembang menjadi keributan.

Sejumlah pemain terlihat melakukan tindakan agresif, termasuk tendangan berbahaya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Fadly Alberto Hengga, yang diduga menendang pemain lawan dalam insiden tersebut.

Nova menyayangkan kejadian itu, mengingat para pemain masih dalam tahap pembinaan karakter dan mental bertanding.

“Dalam situasi apa pun, kejadian itu bukan contoh yang baik bagi pemain lain,” katanya.

Baca Juga  Timnas U-23 Kalah, Maruarar Sirait Tetap Beri Bonus Rp100 Juta untuk Pemain

Ia menambahkan, pihaknya masih menelusuri kronologi dan penyebab insiden tersebut. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi pemain yang terlibat.

Nova menegaskan, sanksi akan dijatuhkan jika terbukti ada pemain timnas yang terlibat, sebagai bentuk pembinaan sekaligus efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia juga mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga sikap dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya. (rdr/ant)