JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran umat beragama sebagai penjaga moralitas publik, perekat sosial, dan pemersatu bangsa.
“Dalam konteks kehidupan berbangsa, kerja sama adalah fondasi utama. Tidak ada kemajuan tanpa kolaborasi dan tidak ada kesejahteraan tanpa kebersamaan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat sinergi,” kata Nasaruddin saat ditemui di Sigi, Senin.
Ia menekankan, tantangan ke depan semakin kompleks sehingga menuntut masyarakat untuk adaptif, inovatif, namun tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.
Menurutnya, umat beragama memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam lingkup internal, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Toleransi bukan sekadar sikap pasif menerima perbedaan, tetapi komitmen aktif untuk menghormati, melindungi, dan bekerja sama dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, toleransi bukan menyeragamkan yang berbeda, melainkan membiarkan perbedaan tetap ada namun hidup berdampingan secara harmonis.
“Saya sering menyampaikan, toleransi bukan menyamakan yang berbeda atau membedakan yang sama. Biarkan perbedaan tetap berbeda, dan yang sama tetap sama, tetapi kita hidup dalam keberagaman yang indah,” katanya.
Nasaruddin menegaskan bahwa Indonesia adalah rumah besar yang dibangun di atas fondasi Pancasila dan UUD 1945 yang menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Dalam rumah besar tersebut, tidak boleh ada ruang bagi intoleransi, diskriminasi, maupun perpecahan.
“Kita harus memastikan setiap warga negara tanpa membedakan agama, suku, atau golongan merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Kristiani yang mengikuti rangkaian Paskah Nasional V 2026 untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan memperkuat persatuan bangsa. (rdr/ant)








