PADANG

Kementerian PU Gelontorkan Rp1,1 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur Padang Pascabencana

×

Kementerian PU Gelontorkan Rp1,1 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur Padang Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Alat berat dari PT Semen Padang tengah melakukan pekerjaan membuat tanggul sungai agar aliran sungai ketika meluap tidak mengarah ke pemukiman masyarakat di Batu Busuk. Alat berat ini sudah bekerja di Sungai Batu Busuk sejak 5 Desember 2025 hingga sekarang. (dok. Humas)
Alat berat dari PT Semen Padang tengah melakukan pekerjaan membuat tanggul sungai agar aliran sungai ketika meluap tidak mengarah ke pemukiman masyarakat di Batu Busuk. Alat berat ini sudah bekerja di Sungai Batu Busuk sejak 5 Desember 2025 hingga sekarang. (dok. Humas)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada akhir November 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan anggaran yang bersumber dari APBN tersebut akan digunakan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur terdampak bencana.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp1,1 triliun untuk pemulihan infrastruktur di Kota Padang,” kata Reski di Padang, Rabu.

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada rehabilitasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago, serta penanganan sejumlah titik kritis pengendali banjir.

Baca Juga  Kota Padang Diprediksi Hujan Sedang Berpetir Hari Ini

Pekerjaan teknis meliputi pembangunan dinding penahan tanah, penguatan tebing sungai, serta pembangunan cekdam untuk mengendalikan sedimentasi di sepanjang aliran Batang Kuranji dan Air Dingin.

Meski anggaran telah tersedia, Reski menegaskan pelaksanaan proyek sangat bergantung pada penyelesaian persoalan lahan oleh Pemerintah Kota Padang.

“Kami berharap Pemkot Padang dapat mempercepat prosesnya sehingga target pelaksanaan pada Agustus dapat terealisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian PU melalui BWS Sumatera V menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemulihan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyelesaian pembebasan lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga penguatan tata ruang sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.

Baca Juga  Empat Alat Berat Bersihkan Material Banjir Bandang Tutupi Jalan Lubuk Basung–Bukittinggi

“Pemkot Padang siap memberikan dukungan penuh dalam penyelesaian persoalan lahan,” katanya.

Fadly menambahkan, pemerintah daerah juga membuka opsi relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan berisiko tinggi apabila langkah tersebut dinilai menjadi solusi terbaik untuk melindungi keselamatan masyarakat. (rdr/ant)