INTERNASIONAL

3.800 Orang Tewas akibat Suhu Ekstrem, Spanyol Perkuat Perlindungan dari Gelombang Panas

×

3.800 Orang Tewas akibat Suhu Ekstrem, Spanyol Perkuat Perlindungan dari Gelombang Panas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cuaca panas. (net)
Ilustrasi cuaca panas. (net)

MADRID, RADARSUMBAR.COM – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengungkapkan lebih dari 3.800 orang meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda negara itu sejak awal 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sanchez pada Senin saat mengumumkan pembangunan jaringan Climate Shelters Network, yakni fasilitas perlindungan bagi masyarakat dari dampak suhu ekstrem.

“Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa,” kata Sanchez.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah Spanyol menyiapkan anggaran sebesar 10 juta euro guna membangun fasilitas perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan.

“Kami menyetujui pemberian dukungan senilai 10 juta euro untuk mendanai pembangunan tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan,” ujarnya.

Kondisi cuaca ekstrem juga memicu kebakaran hutan di berbagai wilayah. Pekan lalu, pemerintah menetapkan status darurat nasional di wilayah otonom Madrid serta Provinsi Avila dan Toledo akibat kebakaran hutan yang terus meluas.

Baca Juga  Wamenlu: Presiden Peru Janji Ungkap Penembakan Staf KBRI Lima

Di Provinsi Avila, kebakaran telah menghanguskan sekitar 50 ribu hektar lahan dan disebut sebagai bencana kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Spanyol.

Sejak awal 2026, Spanyol tercatat mengalami 32 kebakaran hutan besar dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 153 ribu hektar.

Dampak kebakaran memaksa sekitar 90 ribu warga di Avila, Madrid, dan Toledo dievakuasi atau diminta tetap berada di rumah. Sementara itu, sekitar 16 ribu warga lainnya dievakuasi dari wilayah Castellon.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan suhu panas ekstrem telah menyebabkan lebih dari 27 ribu kematian sepanjang periode 2015 hingga 2025. (rdr/ant)