PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca pada Kamis (24/9/2026).
Meski kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, hujan lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal.
BMKG menyebut pusat tekanan rendah terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di pesisir barat Vietnam. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Untuk wilayah Sumatera, sejumlah kota diprakirakan berpotensi mengalami hujan ringan, termasuk Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, dan Palembang. Sementara Banda Aceh berpotensi berawan tebal.
Kemudian, Jambi dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami udara kabur. Sedangkan Bandar Lampung diprakirakan berpotensi mengalami asap atau kabut.
Khusus Kota Padang, BMKG memprakirakan potensi hujan ringan pada Kamis. Masyarakat diimbau tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk memperhatikan kondisi pasang air laut. Potensi banjir rob diprakirakan dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir Sumatera Barat.
Selain Sumatera, potensi banjir rob juga perlu diwaspadai di pesisir Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Dari sisi transportasi udara, BMKG mengingatkan pengguna jasa penerbangan untuk mewaspadai pertumbuhan awan hujan atau awan kumulonimbus di sejumlah wilayah.
Di antaranya Sumatera bagian tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua.
Pengguna transportasi udara diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru yang disampaikan pihak bandara dan maskapai penerbangan.
Sementara itu, kondisi cuaca di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara cukup beragam. Berawan tebal berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
Kupang berpotensi cerah berawan, sedangkan Mataram berpotensi mengalami udara kabur, asap, atau kabut.
Di Kalimantan, hujan ringan berpotensi terjadi di Pontianak, Banjarmasin, dan Tanjung Selor. Palangkaraya berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Samarinda berpotensi mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Sulawesi, Mamuju berpotensi mengalami hujan sedang. Makassar, Kendari, Palu, dan Gorontalo berpotensi berawan tebal, sedangkan Manado diprakirakan cerah berawan.
Sementara di wilayah Indonesia bagian timur, Jayawijaya berpotensi mengalami hujan petir. Hujan ringan berpotensi terjadi di Nabire dan Sorong. Ternate diprakirakan berawan tebal, sedangkan Merauke berpotensi berawan.
Adapun Jayapura berpotensi mengalami asap atau kabut. Ambon dan Manokwari diprakirakan mengalami udara kabur.
Bagi nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut, BMKG mengingatkan bahwa angin di wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.
Gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur, serta Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, meskipun hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. (rdr)










