KESEHATAN

Asap Rokok Berisiko Picu Pneumonia, Perokok Pasif juga Terancam

×

Asap Rokok Berisiko Picu Pneumonia, Perokok Pasif juga Terancam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi asap rokok. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, mengingatkan paparan asap rokok dapat memicu kolonisasi bakteri patogen di saluran pernapasan yang meningkatkan risiko pneumonia, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif.

“Ternyata para perokok itu memiliki kolonisasi bakteri khusus di saluran hidung dan tenggorokan. Ketika sistem imun tubuh menurun, bakteri yang tadinya ada di saluran napas atas dengan mudah turun ke saluran napas bawah dan memicu pneumonia,” kata Joyce dalam diskusi kesehatan yang digelar Pfizer Indonesia di Jakarta, Kamis.

Joyce menjelaskan infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae yang masuk ke paru-paru dapat memicu peradangan pada kantung udara (alveoli).

Baca Juga  Korban Tewas Capai 2.325, Wabah Ebola RD Kongo Terparah dalam Sejarah

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan cairan hingga nanah sehingga pasien mengalami sesak napas berat dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dalam jangka panjang, paparan asap rokok selama bertahun-tahun juga dapat merusak struktur jaringan paru dan berkembang menjadi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Oleh karena itu, Joyce mengimbau masyarakat yang masih merokok untuk tidak melakukannya di dalam rumah atau ruangan tertutup.

Menurut dia, asap rokok yang terperangkap di dalam ruangan dapat membahayakan kelompok rentan, terutama anak-anak, balita, dan lanjut usia (lansia).

“Kalau Anda seorang perokok, tolong jangan merokok di rumah. Kasihan anak dan istri. Mereka yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif saluran napasnya juga menjadi rentan mengalami infeksi,” tegasnya.

Baca Juga  Sarapan Sebelum Olahraga Pagi, Apakah Perlu atau Tidak?

Joyce menambahkan, transmisi kuman maupun virus pernapasan dapat terjadi melalui udara (airborne). Keberadaan asap rokok di ruangan tertutup juga dapat memperburuk pertahanan alami saluran napas sehingga kuman lebih mudah berpindah antarindividu.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan pernapasan keluarga, Joyce menyarankan para perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Selain itu, masyarakat diimbau membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh anak, menggunakan masker saat mengalami gejala batuk dan pilek, serta melengkapi vaksinasi bagi orang dewasa dan anak untuk membantu mencegah risiko infeksi paru.

“Menghentikan kebiasaan merokok tentu langkah yang jauh lebih baik. Jika belum bisa, setidaknya jangan pernah memaparkan asapnya kepada orang lain di sekitar kita,” tutur Joyce. (rdr/ant)