PADANG, RADARSUMBAR.COM – Warga Kota Padang mengeluhkan kerusakan sejumlah kendaraan yang diduga terjadi setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM). Muncul dugaan BBM yang digunakan kendaraan tersebut bercampur dengan zat lain.
Keluhan tersebut terutama dikaitkan dengan kerusakan pada bagian pompa bensin sejumlah kendaraan, termasuk kendaraan keluaran lama langkah kepolisian yang saat ini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kerusakan kendaraan dan memastikan k.
Menanggapi informasi tersebut, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan pihaknya menyayangkan adanya kejadian yang merugikan masyarakat.
“Tentu pertama kita sayangkan ini terjadi, yang dirugikan itu jelas masyarakat,” tegas Muharlion saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (28/9/2026).
Muharlion mendukung langkah kepolisian yang saat ini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kerusakan kendaraan dan memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Kasus ini kan sudah bergulir dan ditangani kepolisian, tentu sama-sama kita kawal dan lihat hasilnya nanti seperti apa,” ujar Muharlion.
Muharlion juga meminta adanya tindakan tegas dari Pertamina apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan terjadi pelanggaran.
Menurutnya, sanksi perlu diberikan secara transparan apabila pelanggaran terbukti berasal dari internal Pertamina maupun pihak pengelola SPBU.
“Tentu Pertamina harus memberikan sanksi, apakah dari Pertamina sendiri atau SPBU-nya. Kalau memang terbukti, wajib ada sanksi tegas,” lanjutnya.
Terkait klaim awal Pertamina yang menyatakan tidak menemukan campuran bahan asing dalam pengujian awal, Muharlion menyerahkan penentuan fakta kepada proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat, DPRD Kota Padang berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi.
“Nanti kita koordinasikan dengan Komisi II untuk memanggil pihak Pertamina guna klarifikasi resmi,” ungkap Muharlion.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab kerusakan kendaraan serta langkah DPRD Kota Padang dan Pertamina dalam menindaklanjuti keluhan tersebut. (rdr)












