JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan tertinggi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pembatasan tersebut akan menyasar masyarakat yang masuk desil 9 dan 10.
Rencana itu mencuat setelah Purbaya bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (11/8/2026).
Bahlil mengatakan, penyaluran Pertalite selama ini masih belum sepenuhnya tepat sasaran karena masyarakat dari kelompok ekonomi atas masih ikut menikmati subsidi.
“Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.
Lantas, siapa yang dimaksud dengan masyarakat desil 9 dan 10?
Desil 1 sampai 10
Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Pengelompokan tersebut dibagi menjadi 10 kelompok.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Dengan demikian, desil 9 dan 10 mencakup sekitar 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam populasi.
Sementara itu, desil 1 mencakup sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Pengelompokan desil tidak ditentukan hanya berdasarkan besaran pendapatan. Pemerintah menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan posisi sebuah keluarga dalam DTSEN.
Indikator tersebut antara lain kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kepemilikan usaha, kondisi demografi, hingga aspek kesehatan.
Artinya, tidak ada batas pendapatan tertentu yang secara otomatis membuat sebuah keluarga masuk ke dalam desil tertentu.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, desil merupakan sistem pemeringkatan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Sebagai gambaran, apabila terdapat 270 keluarga dalam suatu populasi, seluruh keluarga tersebut akan diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraannya dan dibagi menjadi 10 kelompok.
Setiap kelompok terdiri atas sekitar 27 keluarga. Kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah masuk desil 1, sedangkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi masuk desil 10.
Karena itu, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam keseluruhan populasi.
Desil 9 dan 10 Jadi Sasaran Pembatasan Pertalite
Dalam rencana pembatasan Pertalite, desil 9 dan 10 menjadi perhatian pemerintah karena merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Desil 9 mencakup sekitar 10 persen keluarga yang berada pada kelompok 80-90 persen, sedangkan desil 10 mencakup 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Namun, hal tersebut tidak berarti seluruh keluarga dalam desil 9 atau 10 memiliki tingkat pendapatan yang sama.
Di dalam satu desil masih terdapat perbedaan kondisi ekonomi. Penentuan posisi keluarga didasarkan pada peringkat berdasarkan berbagai indikator sosial dan ekonomi, bukan hanya satu angka pendapatan atau kekayaan.
Status desil juga dapat berubah ketika data sosial ekonomi diperbarui atau kondisi sebuah keluarga mengalami perubahan.
Untuk rencana pembatasan Pertalite, pemerintah masih menyiapkan mekanisme penerapannya secara bertahap.
Bahlil mengatakan, pemerintah ingin memastikan subsidi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah lebih banyak dinikmati masyarakat yang memang menjadi sasaran penerima. (rdr/kmps)












