KESEHATAN

Waspada! 5 Makanan Ini Tak Aman Jika Dibiarkan Lebih dari 2 Jam

×

Waspada! 5 Makanan Ini Tak Aman Jika Dibiarkan Lebih dari 2 Jam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pizza. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Para ahli keamanan pangan mengingatkan masyarakat untuk tidak membiarkan sejumlah makanan mudah rusak terlalu lama pada suhu ruang karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

Menurut laporan EatingWell, Sabtu (3/10), makanan mudah rusak yang berada dalam “zona bahaya” dengan suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius selama dua jam atau lebih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Bakteri penyebab penyakit dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat pada suhu hangat. Karena itu, pendinginan dan penyimpanan makanan yang tepat di dalam lemari es penting untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan.

Berikut sejumlah makanan yang perlu diperhatikan:

1. Pizza

Pizza kerap menjadi pilihan saat menyajikan makanan untuk banyak orang. Namun, kandungan keju, daging, dan sayuran yang telah dimasak membuat pizza mudah rusak jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.

Direktur Program Stop Foodborne Illness Vanessa Coffman, Ph.D., mengatakan bakteri dapat berkembang dengan cepat ketika makanan berada dalam “zona bahaya” selama lebih dari dua jam. Dalam kondisi tertentu, beberapa jenis bakteri bahkan dapat berlipat ganda setiap 20 menit.

Baca Juga  Cegah Berbagai Penyakit, Pemerintah Wajibkan Label Gizi untuk Makanan-Minuman Siap Saji

Coffman menyarankan sisa pizza segera dipindahkan ke wadah dan disimpan di dalam kulkas dalam waktu dua jam. Pizza kemudian dapat dipanaskan kembali hingga mencapai suhu internal 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.

2. Buah dan sayuran yang sudah dipotong

Buah dan sayuran yang telah dipotong juga perlu segera disimpan di dalam kulkas. Coffman menjelaskan bahwa ketika buah dan sayuran dipotong, lapisan pelindung pada bagian luarnya rusak. Kondisi tersebut membuat permukaan yang terbuka lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri.

Hal yang sama berlaku untuk buah dan sayuran yang disajikan dalam nampan atau telah dipotong sebagai bagian dari suatu hidangan.

3. Nasi matang

Nasi matang dapat mengandung spora Bacillus cereus, bakteri yang mampu bertahan selama proses memasak.

Ketika nasi matang dibiarkan pada suhu ruang, spora tersebut dapat berkembang menjadi bakteri yang menghasilkan toksin dan menyebabkan penyakit akibat makanan.

Dietisien keamanan pangan Mary Angela Miller, M.S., RDN, LD., menyarankan nasi matang dibagi menjadi beberapa porsi kecil atau disimpan dalam wadah dangkal agar lebih cepat dingin sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

Baca Juga  Penyalahgunaan AI untuk Konten Vulgar Dinilai Darurat, Pemerintah Diminta Bertindak

4. Daging olahan

Daging olahan yang digunakan sebagai bahan sandwich atau bekal makan siang juga perlu dijaga tetap dingin.

Miller menyarankan penggunaan sedikitnya dua sumber pendingin, seperti dua kantong gel beku atau satu kantong gel beku dan satu botol air beku. Makanan yang perlu tetap dingin dapat ditempatkan di antara kedua sumber pendingin tersebut.

5. Kentang panggang berbungkus aluminium foil

Kentang panggang yang dibungkus aluminium foil juga berisiko jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.

Senior Program Coordinator for Grants & Cooperatives National Environmental Health Association Ashley Miller, M.P.H., CP-FS, REHS/RS., mengatakan kentang memiliki kandungan air yang tinggi dan tingkat keasaman rendah.

Ketika kentang dibungkus aluminium foil dan dibiarkan pada suhu ruang, kondisi rendah oksigen di dalam pembungkus dapat mendukung pertumbuhan spora Clostridium botulinum dan produksi toksin.

Untuk mengurangi risiko, kentang panggang sebaiknya dijaga tetap panas hingga disajikan atau segera didinginkan dengan cara melonggarkan pembungkus aluminium foil. (rdr/ant)