JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Memperhatikan kesehatan pencernaan melalui makanan yang dikonsumsi merupakan hal penting. Namun, kebiasaan saat berada di kamar mandi juga dapat berdampak pada kesehatan saluran cerna.
Ahli gastroenterologi bersertifikat Susan Kais, M.D., dalam publikasi Eating Well pada Sabtu (4/10) waktu setempat, mengingatkan sejumlah kebiasaan di kamar mandi yang perlu diperhatikan, mulai dari duduk terlalu lama di toilet hingga mengejan saat buang air besar (BAB).
Beberapa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko wasir dan masalah saluran cerna lainnya. Berikut penjelasannya:
1. Mengabaikan keinginan BAB
Sesekali menahan keinginan untuk BAB bukanlah masalah besar. Namun, jika dilakukan secara teratur, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan sembelit.
Kais menjelaskan, semakin lama tinja berada di dalam usus besar, semakin banyak air yang diserap sehingga tinja menjadi lebih kering, keras, dan sulit dikeluarkan.
Kebiasaan menahan BAB juga berpotensi membuat area sigmoid dan rektum meregang karena harus menampung lebih banyak tinja. Selain itu, tubuh dapat menjadi kurang peka terhadap sinyal yang menandakan waktunya untuk BAB.
2. Bermain ponsel saat duduk di toilet
Duduk di toilet terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar rektum dan anus. Kondisi tersebut dapat menyebabkan wasir atau memperburuk wasir yang sudah ada.
Menurut Kais, kebiasaan tersebut juga dapat membuat seseorang mencoba mengejan ketika tubuh sebenarnya belum siap untuk buang air besar.
Ia menyarankan agar waktu di kamar mandi digunakan hanya untuk buang air kecil atau BAB. Sementara itu, aktivitas seperti bermain ponsel sebaiknya dilakukan di tempat lain.
3. Mengejan saat BAB
Mengejan secara rutin saat BAB dapat meningkatkan tekanan pada rektum dan area anus. Kebiasaan ini dapat memicu masalah seperti wasir dan fisura anus.
Kais mengatakan kebiasaan mengejan juga dapat menjadi tanda bahwa tinja terlalu keras akibat sembelit.
Alih-alih memaksakan diri mengejan, ia merekomendasikan peningkatan konsumsi serat, minum cukup air, serta melakukan aktivitas fisik untuk membantu menjaga pergerakan saluran pencernaan.
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, konsultasikan dengan tenaga medis.
4. Duduk dengan posisi yang kurang tepat
Tidak ada satu posisi yang dianggap sempurna saat duduk di toilet. Namun, posisi tubuh dapat memengaruhi kemudahan seseorang saat BAB.
Menurut Kais, meletakkan kaki di atas bangku kecil sehingga posisi lutut lebih tinggi daripada pinggul dapat membuat posisi tubuh lebih menyerupai jongkok. Posisi ini pada sebagian orang dapat mempermudah BAB dan mengurangi kebutuhan untuk mengejan.
Alternatif lainnya adalah sedikit membungkukkan tubuh ke depan saat duduk di toilet. Kais mengatakan posisi tersebut dapat membantu otot perut bagian bawah dan otot dasar panggul menjadi lebih rileks. (rdr/ant)






