JAKARTA, RADARSUMBAR.COM — Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Banten, serta sejumlah instansi terkait untuk mencari lima pewarta foto yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Salah satu pewarta yang hingga kini belum diketahui keberadaannya adalah Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA Biro Banten.
Kelima pewarta tersebut dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik pada Senin (7/9/2026).
Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan pihaknya berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan seluruh jurnalis yang hilang segera ditemukan.
“Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus ANTARA yang merupakan gabungan dari ANTARA pusat dan Biro Banten untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus menerus,” kata Benny di Jakarta, Selasa (8/9) malam.
ANTARA juga mendorong petugas meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Untuk mendukung proses pencarian dan koordinasi informasi, ANTARA turut mendirikan posko siaga media bersama iNews (MNC Group) dan merdeka.com.
Posko tersebut ditujukan untuk memastikan komunikasi berjalan dengan baik sehingga perkembangan mengenai keberadaan para pewarta dapat segera diketahui.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian gabungan terus dilakukan bersama Polairud, Basarnas, dan TNI sejak pihaknya menerima informasi mengenai hilang kontaknya para pewarta tersebut.
Namun, kondisi alam menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Gelombang tinggi serta jarak pandang yang terbatas dilaporkan mengganggu upaya pencarian di lokasi.
Berdasarkan catatan redaksi ANTARA, Muhammad Bagus Khoirunas melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9).
Dalam menjalankan tugas tersebut, Bagus bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Hingga Selasa (8/9) malam, ANTARA belum menerima kabar dari Bagus maupun rombongan.
ANTARA menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan mengenai proses pencarian berdasarkan informasi yang telah terverifikasi dari otoritas maupun pihak terkait.
ANTARA juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang bersifat spekulatif terkait keberadaan para pewarta yang hilang kontak. (rdr)












