PULAUPUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, Sumatera Barat, menyelidiki kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 30 hektare lahan di Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro di Pulau Punjung, Kamis, mengatakan penyidik telah memanggil sejumlah orang yang memiliki keterkaitan dengan lokasi kebakaran.
“Sekitar empat orang yang sudah diperiksa, hingga kini masih berstatus sebagai saksi,” ujarnya.
Ia mengatakan penyidik masih mendalami penyebab kebakaran serta mengumpulkan bukti untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla tersebut.
Menurut dia, proses penyelidikan akan terus dilakukan meskipun hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menjelaskan penyidik juga belum mendalami kemungkinan keterlibatan korporasi dalam kasus tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik masyarakat perorangan.
“Untuk keterlibatan korporasi, sampai saat ini masih belum. Dari hasil laporan penyidik dan Kapolsek, yang terbakar merupakan lahan masyarakat perorangan,” katanya.
Kapolres mengatakan polisi tidak ingin terburu-buru menetapkan tersangka tanpa didukung alat bukti yang cukup. Namun, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak tertentu, polisi akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun. Larangan tersebut berlaku terhadap pembakaran yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Menurutnya, setiap pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu karhutla, terutama di tengah kondisi yang rawan kebakaran.
Kebakaran terjadi di kawasan Hulu Sungai Palimauan, Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya. Kebakaran terdeteksi sejak Selasa (8/9) sekitar pukul 17.00 WIB hingga Rabu (9/9), dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare.
Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan kosong. Namun, sekitar satu hektare tanaman kelapa sawit berusia sekitar lima tahun turut terdampak kebakaran. (rdr/ant)










