PADANGPENDIDIKAN

Pemko Padang Aktifkan Pendidikan Agama Islam di Masjid, Fokus Tahsin hingga Tafsir

×

Pemko Padang Aktifkan Pendidikan Agama Islam di Masjid, Fokus Tahsin hingga Tafsir

Sebarkan artikel ini
Wako Fadly Amran buka acara pelatihan AI bagi Kepala Sekolah se-Kota Padang. (dok. Prokopim)
Wako Fadly Amran buka acara pelatihan AI bagi Kepala Sekolah se-Kota Padang. (dok. Prokopim)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Padang akan kembali mengaktifkan program pendidikan agama Islam bagi siswa SMP dan MTs melalui masjid dan musala di lingkungan masing-masing. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Kebijakan ini dibahas dalam rapat revisi kurikulum MDTA/TQA yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Kamis (30/4/2026).

Fadly Amran menekankan pentingnya pengaturan waktu belajar siswa agar tetap seimbang dan tidak menimbulkan kelelahan. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang mengatur durasi pembelajaran secara proporsional.

Baca Juga  Wako Fadly Amran Serahkan 178 Unit Becak Motor untuk Petugas LPS se-Kota Padang

“Anak-anak sudah memulai aktivitas sejak subuh melalui program Subuh Mubarakah. Jika ditambah kegiatan yang terlalu panjang, tentu akan berdampak pada kondisi fisik mereka. Waktu bersama keluarga dan istirahat juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) lima tahunan sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor. Untuk itu, Dinas Pendidikan diminta segera melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah di Kota Padang.

“Pelaksanaannya harus tertib, terukur, dan jika memungkinkan berbasis digital. Jangan sampai berlebihan dan tidak terkontrol,” tambahnya.

Baca Juga  Pemko Padang Tuntaskan Penyaluran Dana Operasional Triwulan III Tahun 2025

Sementara itu, Maigus Nasir menyampaikan bahwa program MDTA/TQA akan diluncurkan pada 2 Mei 2026. Program ini akan dilaksanakan di 970 masjid dan musala dengan dukungan 1.227 tenaga pengajar, serta melibatkan 36.175 siswa SMP dan 7.891 siswa MTs.

“Proses belajar dimulai dengan salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan salat Isya berjamaah. Materi difokuskan pada konsep 3T, yakni Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir, dengan metode halaqah dan klasikal, serta menyesuaikan kondisi lapangan,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova. (rdr/ant)