PESSEL, RADARSUMBAR.COM — Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menegaskan pentingnya pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Koto Pulai di Kecamatan Lengayang dilakukan secara maksimal dan berkualitas.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat. Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan jembatan juga mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah.
“Saya titip pada PPK Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumbar, kontraktor, dan konsultan pengawas agar kegiatan ini berjalan baik,” ujar Hendrajoni saat peletakan batu pertama, Rabu (29/4/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, unsur Forkopimda, serta Kabid Bina Marga Dinas PU Pesisir Selatan Fahrezi Eka Siska. Hadir pula perwakilan Forkompimca Lengayang, wali nagari, dan tokoh masyarakat Nagari Koto Pulai.
Bupati menekankan, jembatan gantung tersebut tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Distribusi hasil panen menjadi lebih lancar sehingga kesejahteraan warga diharapkan ikut meningkat. “Yang tak kalah penting adalah meningkatnya konektivitas antar nagari,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya BPJN Sumbar, yang telah memfasilitasi pembangunan jembatan tersebut.
Hendrajoni turut mengimbau masyarakat agar mendukung proses pembangunan serta menjaga keberadaan jembatan setelah selesai dibangun. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi aturan terkait batas berat kendaraan yang melintas.
Jembatan Gantung Koto Pulai dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp5,8 miliar, sebagai pengganti jembatan sebelumnya yang hanyut akibat banjir pada 2024.
Sementara itu, Fahrezi Eka Siska menyebutkan bahwa selain Jembatan Koto Pulai, pemerintah juga membangun sejumlah jembatan gantung lainnya, yakni di Koto Rawang (Kecamatan IV Jurai), Sungai Tanuk Inunang (Kecamatan Batang Kapas), Limau Gadang Lumpo (Kecamatan IV Jurai), serta Dulu Subarang Solok (Kecamatan Koto XI Tarusan).
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan kondisi infrastruktur yang lebih baik, kami yakin kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” tutupnya. (rdr)










